Rabu, 16 April 2008

Costumer is not god

Costumer is not god,

god is not costumer!

Berkenalan Dengan Siapa Saja & Di Mana Saja, Pasti Banyak Rizki?

Mungkin diantara anda, ada yang terkesan dengan buku karya Larry King dan Bill Gilbert yang berjudul “How To Talk To Anyone, Anytime, Anywhere” yang menurut saya buku itu, cukup baik menjadi salah satu inspirasi untuk menemukan cara berkenalan, kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Allah SWT dalam Al-Qur’an telah menjelaskan tentang pentingnya untuk saling mengenal antara sesama manusia, tanpa mempermasalahkan suku, bahasa, keturunan, warna kulit. Karena orang yang paling mulia disisi Allah adalah taqwanya.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujuraat (49):13).

Saya berharap, anda termasuk orang yang pandai bergaul dengan sesama manusia, mudah berkenalan dengan siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Serta menjadikan segala momentum sebagai ajang silaturahim untuk menambah teman baru, mitra baru, atau mungkin calon istri bagi anda yang belum menikah. Karena supel dalam dunia bisnis terutama seorang marketer adalah salah satu modal besar kesuksesan. Artinya, ketika banyak teman akan semakin banyak peluang, jika banyak peluang, tentunya akan semakin banyak pula kesempatan mendapat pelanggan, dan tentunya uang dan keuntungan. Rasulullah bersabda : ''Barangsiapa yang ingin dimudahkan rezeki dan dipanjangkan usianya hendaklah ia senantiasa menjaga silaturahim.'' (HR Muslim).

Pentingnya Mengenal Costumer!

Pada saat saya menjadi Direktur Utama, di sebuah perusahaan swasta nasional tahun 2003, saya mulai mengerti bahwa mengenal calon costumer dengan baik dan utuh adalah sangat vital dan merupakan strategi utama untuk terjadinya sebuah transaksi yang menguntungkan. Semakin perusahaan mengenal konsumennya, baik dengan mengetahui namanya, fisiknya, potensinya, keinginannya, kebutuhannya, hobinya, trend, style, budaya, sahabat-sahabatnya, aturan-aturannya, atau memahami apa yang dicintai dan dibencinya, maka semakin besar peluang bagi perusahaan untuk dapat membangun strategy jitu dalam menentukan segmenting, targeting, dan positioning produk yang akan ditawarkan kepada mereka.

Mengenal costumer secara utuh, akan mampu memberikan inspirasi untuk membuat brand produk yang tepat, proses pelayanan yang cepat dan service yang memuaskan. Sehingga secara mudah perusahaan atau marketer mampu mendekatinya, meyakinkannya, memikatnya dan membuat costumer jatuh cinta dan loyal kepada apa yang ditawarkan oleh perusahaan, berapapun harga yang diberikan, terjadilah selling yang diharapkan. Maka strategi ini dikenal juga dengan istilah mind share atau penguasaan apa yang ada dalam benak konsumen, yang merupakan salah satu inti dari penguasaan pasar di abad modern ini.

Karenanya, banyak orang yang sangat serius dan susah payah dalam upaya dan usaha mengenal costumer, untuk dapat memancing uang dari kantong-kantong mereka, sehingga perusahaan mendapat keuntungan yang besar. Namun sangat disayangkan, sangat sedikit orang yang mau berkenalan dengan Tuhan, dan berupaya mengejar kekayaan Tuhan yang tanpa batas, sehingga mendapat untung yang lebih besar, lebih pasti dan lebih abadi. Padahal jika manusia tahu, maka modal spiritual inilah yang semestinya menjadi sumber kekuatan utama dalam mencapai keadilan, kejujuran, keberkahan, kebahagiaan dan kesuksesan yang sebenarnya.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh”. (QS. Azariyaat (51: 56-58).

God Is Not Costumer! But He is Allahu Akbar!

Banyak orang yang memposisikan costumer seperti Raja, bahkan Tuhan “Costumer is The King, Or Costumer is God”. Menurut saya, paradigma seperti itu bisa menyebabkan pengkultusan yang berlebihan, bahkan bisa menimbulkan penyembahan terhadap konsumen, karena mereka dianggap sebagai ruh dari kelangsungan sebuah bisnis. Akhirnya, tidak sedikit perusahaan atau marketer yang menghalalkan segala cara untuk dapat memikat dan membuat costumer jatuh cinta kepada produknya. Walau harus bertentangan dengan hati nuraninya dan nilai-nilai ketuhanan. Solusinya adalah kita harus memposisikan costumer secara proporsional, jangan pernah berlebihan dan jangan takut kehilangan mereka, bukankah rizki sudah ada porsinya masing-masing?

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, yaitu kebahagiaan negeri akherat. Dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dan kenikmatan dunia dan berbuatlah baik kamu dengan orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. (QS. al-Qoshos (28):77)

Maka sesungguhnya, yang sangat penting bagi kita, justru mengenal Allah SWT secara sungguh-sungguh. Karena secara logika, bagaimana seseorang dapat melakukan sebuah transaksi bisnis yang tepat dengan Allah dan akan mendapat untung besar dari-Nya, jika dia tidak mengenal Owner dari segala kesuksesan, keuntungan dan kekayaan ini. Jangan pernah anda memposisikan Allah sebagai coustumer, karena Allah adalah Dzat yang Maha Mulia dan Maha Kuasa, yang tidak dapat diserupakan dengan makhluk-Nya.

Kenalilah Allah secara benar, maka anda akan dikenal Allah. Ingatlah kata pepatah, ”Tak kenal maka tak sayang”. Tak mengenal Allah SWT, baik wujud-Nya, kekuatan-Nya, keinginan-Nya, kekasih-Nya, aturan-aturan-Nya, apa yang dicintai dan dibenci-Nya, maka tidak ada peluang untuk dapat membangun komunikasi, apalagi mendekati-Nya, meyakinkan-Nya, memikat-Nya dan membuat Dia jatuh cinta kepada apa yang ditawarkan. Seberapapun kualitas produk yang kita tawarkan, maka mustahil akan terjadi selling yang diharapkan.

”Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki”. (QS. Al-Jum’ah (62):10-11).

Warna Hidup Yang Dicintai Allah SWT

Semestinya, sebagai makhluk tuhan yang beriman, kita harus dapat berusaha mengenal tuhan dengan sangat serius dan berupaya memiliki warna hidup dan karakter ideal yang dicintai-Nya. Karakter yang akan menjadi dasar kesuksesan menuju rahmat, cinta dan ridho-Nya Allah SWT. Seperti karakter, yang pernah digambarkan dalam 10 muwashofat tarbiyah syeikh Hasan Al-Banna (10 karkater orang sholeh). Yaitu, bersih aqidahnya, benar ibadahnya, baik moralitasnya, kokoh dan mandiri dalam ekonominya, luas wawasannya, sehat dan kuat fisiknya, teratur dalam urusannya, bermutu dan bermanfaat dalam hidupnya, efektif dan produktif dalam mengatur waktunya, bersungguh-sungguh dalam kerja dan usahanya. Tapi faktanya kita masih jauh dari sifat yang dicintai Allah ini.

Mengenal Tuhan dengan baik adalah solusi dari semua kegundahan hati dan dapat menghindarkan diri dari bahaya hidup hedonistik tanpa arah dan tanpa makna. Dengan semakin mengenal Allah, anda akan semakin bersemangat untuk menyempurnakan usaha dan upaya mere-CODE ulang terhadap system, strategy, concept hidup yang salah arah. Dan dengan mengenal Tuhan, anda dapat mendongkrak memotivasi untuk segera mendapatkan jalan yang terbaik menuju ridho, cinta dan surga Allah SWT.

“Dan sampaikanlah kabar gembira, kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rizki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah nikmat, seperti yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri (bidadari) yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqoroh (2) :25).

Tidak Kenal Allah, Akan Dijauhkan Dari Cinta Allah!

Begitu pentingnya mengenal Allah, bagi seorang hamba, dengan mengenal-Nya anda akan semakin jauh dari problematika hidup, dan anda akan senantiasa merasa indah dengan apapun yang anda kerjakan dan yang anda dapatkan. Tapi sudah dipastikan orang yang tidak mengenal Tuhannya, akan jauh dari pertolongan-Nya, tidak akan mendapat cinta dan ridho-Nya, apalagi surga-Nya yang kekal abadi. Maka siapapun yang menginginkan terjadinya keuksesan dalam berbisnis dengan Allah SWT, maka kenalilah Allah dengan baik, sang Owner kehidupan, kesuksesan, kebahagiaan dan keuntungan dunia Akhirat. Karena jika tidak mengenal Allah, maka kesuksesan apapun yang diraih, akan menyebabkan lupa dengan pemberinya dan akan sombong terhadap kemampuannya serta tidak akan membawa kepada keberkahan dan kebahagian yang hakiki. Jika mereka merugi dan gagal, maka hanya akan merasa pilu, merana, stress, sedih dan merasa hina sepanjang hidupnya.

“Dan janganlah kamu sekalian seperti orang-orang yang lupa terhadap Allah sehingga karenanya mereka lupa terhadap diri mereka sendiri, mereka itulah orang-orang yang fasiq.” (QS. Al-Hasyr (59): 19).

Anda Tidak Perlu Mencari Tuhan, Karena Tuhan Sangat Dekat Dengan Anda!


Dalam bisnis biasa, mungkin anda sangat penting untuk mencari costumer sebanyak-banyaknya, namun dalam kehidupan menjemput kebenaran Tuhan, sesungguhnya Tuhan sangat dekat dengan anda, bahkan lebih dekat dari urat nadi anda. Allah sangat sayang kepada anda, walaupun anda selama ini sangat lalai mengenal-Nya. Ampunan-Nya sangat berlimpah walau anda bergelimang dosa, jika sekiranya anda datang dengan satu samudara dosa, maka Allah akan datang dengan dua samudra ampunan. Mintalah segera dengan-Nya, Dia akan sangat senang jika banyak diminta, dia akan sangat suka, jik anda banyak mengadu kepada-Nya. Dan Dia akan sangat marah jika anda malas meminta kepada-Nya. Ketika anda jarang meratap, memohon akan limpahan rahmat dan rizki-Nya, berarti anda sudah menganggap diri anda cukup tanpa bantuan Tuhan, padahal pada hakekatnya anda lemah, anda butuh, anda masih kurang dan anda tidak memiliki surga dan neraka, serta alam semesta ini.

Karenanya, Mulai saat ini berkenalanlah dengan Tuhan secara utuh, fahamilah apa yang diinginkan-Nya, mintalah segala apapun kepada-Nya, lakukan segala sesuatunya sesuai dengan aturan dan kehendak-Nya, persembahkan segala hasilnya kepada-Nya. Anda pasti tenang, anda pasti disayang dan anda pasti menang. Semoga!

Tuhan menginginkan Imam Mahdi dari indonesia?

Tuhan menginginkan Imam Mahdi dari indonesia?

Bangga Menjadi Warga Indonesia!

Ketika saya masih bersama pelajar Internasional, di Qurtubah Kuwait (1993-1998), saya kadang mendengar kalimat yang membuat saya bersyukur dan bangga menjadi warga negara Indonesia. “Indonesian is the big Muslim Country in the world, kalimat ini sering terlontar dengan tulus dan rasa haru dari rekan-rekan saya, baik dari pelajar Muslim Singapura, Al-Bania, Bulgaria atau dari Negara Rusia. Karena mereka melihat betapa luasnya teritorial bangsa kita dan betapa banyaknya kuantitas muslimnya, dibanding negara mereka yang kecil dan jumlah muslim yang sangat minim.

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali 'Imran (3): 189-190).

Sungguh, kita patut berbangga dengan status sebagai negara Islam terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 200 juta dan termasuk negara paling kaya akan hasil alamnya, terbanyak jumlah pulaunya, paling strategis letak geografisnya. Kita memiliki pemain bulu tangkis peringkat pertama dunia, memiliki pulau terbanyak, dan terkatagori penghasil bahan tambang terbesar di dunia. Indonesia penghasil timah no. 1 di dunia, penghasil batu bara no 3 di dunia, penghasil tembaga no. 4 di dunia, penghasil nikel no. 5 di dunia, pengahsil emas no. 7 di dunia, Penghasil 80% minyak di Asia Tenggara, penghasil 35% gas alam cair di dunia. (PriceWaterhouseCoopers).

Indonesia Mayoritas Muslim, Tapi Termasuk Negara Terkorup di Dunia?

Tapi betapa sangat mirisnya kita ketika mendengar dari berbagai LSM independen kelas dunia yang mengkatagorikan indonesian is the big muslim coruption. Mengapa bangsa yang mayoritas muslim ini menjadi salah satu negara terkorup ke 6 di dunia, tidak ada bedanya dengan negara Kenya. (sumber Transparency International). Ternyata, bukan hanya terkorup, tapi juga memiliki berbagai macam sebutan dan keruwetan yang lain. Di mulai dari tingkat pendidikan Indonesia adalah paling rendah di Asia. Total hutang LN Indonesia hampir US$ 150 milyar (setara dengan Rp 1.380 triliun) sedangkan hutang DN Rp 650 triliun, sehingga total hutang Indonesia Rp 2.030 triliun (Revrisond Baswir, 2003).

Pendapatan per kapita Indonesia hanya 830 dolar AS (2002), jauh dari Thailand (US$ 1.987) atau Malaysia (US$ 3.400) yang juga sama-sama terkena krisis ekonomi 1997-1998. Terdapat 62 juta jiwa (28,44 %) penduduk miskin (BPS, 2005). Jumlah pengangguran terbuka per Oktober 2005 sebanyak 11,6 juta orang atau 10,84% (BPS, Kompas 19/12/05). Angka pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 (Ditjen Dikti, Depdiknas, 2000). teror bom dimana-mana, kejahatan merajalela, terjajah dan terpuruk dalam berbagai dimensi.

Indonesia mempunyai pabrik ekstasi terbesar nomor tiga (setelah yang ada di Fiji dan Cina) di dunia. Di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Serang, Banten ditemukan pabrik yang dapat memproduksi ekstasi sebanyak 100 kilogram per pekan. Harga 1 kg ekstasi dapat menghasilkan 10 ribu pil dengan harga Rp 100 ribu per butir, maka pabrik tersebut dapat menghasilkan Rp 1 triliun per pekannya. Dan baru-baru ini, rabu 19 Maret 2008, telah ditemukan sebanyak 600 kg ekstasi dengan nilai Rp. 650 miliyar.

Indonesia memiliki pengguna narkoba dengan estimasi sudah mencapai 3 juta orang, dengan pengguna narkoba suntik lebih dari 1 juta orang (Reid G, 2002). Dari 30-93% pemakai narkotika terinfeksi HIV, terutama pengguna narkotika suntik. (Reid & Costigan, January 2002). Diperkirakan epidemi HIV/AIDS akan terus mengalami peningkatan, ada 12-19 juta orang rawan untuk terkena HIV dan diperkirakan ada 95.000-130.000 penduduk yang tertular HIV. (Depkes, 2004). Faktor yang sangat berpengaruh pada penularan HIV/AIDS adalah perilaku seks berisiko tinggi. Dengan semakin maraknya industri seks, kian banyak pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) suntik. Di Jakarta, kasus baru infeksi HIV mencapai lebih dari 100 pasien per bulannya.

Indonesia berada di urutan kedua setelah Rusia sebagai surga bagi pornografi. (Associated Press/Republika, 17/07/2003). Bisnis prostitusi, yang melibatkan anak-anak di bawah umur 16 tahun sekitar 1 juta anak di Asia, terbanyak ada di Thailand dan Indonesia. (Data ECPAT/End Child Prostitution and Trafficking).

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusai, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka merasakannya dan kembali (ke jalan yang benar)”. (QS ar-Ruum (31) 41).

Sangat wajar, jika bangsa ini terus menerus mendapat bencana dan kehinaan, dari mulai bencana alam, sampai bencana hancurnya kredibilitas dan hilangnya wibawa sebagai sebuah bangsa yang merdeka, predikat negara hobi KKN, dan terkenal di luar negeri sebagai negara tukang ngutang, tukang palak, tukang gusur wong cilik, tukang ramal, tukang naikin BBM, tukang obat yang lebih banyak ngecap dan propaganda daripada kerja, tukang nyanyi di atas bertambahnya orang miskin, orang gila, pengangguran, munculnya krisis pangan, mahalnya sembako, mahalnya pendidikan, obat-obatan, dll. Sesungguhnya tantangan yang tidak sederhana untuk kita selesaikan bersama. Kita harus menjawab opini negatif mereka dengan kerja, bukan dengan tebar pesona, dengan keringat dan darah bukan dengan justru meminta fasilitas dari pajak rakyat yang sudah sengsara.

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan persaudaraan (kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka”. (QS. Muhammad (47):22-24)

Apakah Anda Termasuk Kontributor Atau Hanya Menjadi Komentator?

Demikian parahkan kondisi bangsa kita? Kelihatnnya, kita harus mulai jujur kepada diri kita, apa yang selama ini kita berikan dan lakukan untuk negeri tercinta ini. Apakah kita termasuk kontributor atau komentator? Termasuk pemain atau penonton? Kita harus menyadari, bahwa mayoritas kita, masih jauh dari nilai-nilai luhur Islami. Kenyataannya, kita kadang masih malas, pesimis, sombong, egois, iri, dengki, ghibah, tidak tepat waktu, tidak disiplin, tidak konsisten, tidak rapih, tidak jujur, tidak semangat, bahkan disinyalir ada sebagian dari ummat ini yang nekat menjadi koruptor, teroris, politisi busuk, germo, bandar judi, pengkhianat, tukang tawuran, tukang ramal, tukang kawin, dll.

Harusnya, bagaimanapun kondisi bangsa ini, tidak menjadi dalil (argumentasi) dan pembenaran kita untuk lari dari kenyataan dan membenci bangsa sendiri. Bukankah Rasulullah mengatakan, bahwa kita adalah satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh ini sakit, maka akan dirasakan oleh sekujur tubuh, aib saudara kita adalah aib kita sendiri, kebahagiaan dan kesuksesan mereka adalah kesuksesan kita juga. Kita juga ingat firman Allah yang mengatakan bahwa semua pasti ada solusinya. “Allah tiada membebani seseorang melainkan sesuai kadar kesanggupannya. Baginya pahala dari apa yang dia kerjakan, dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang ia kerjakan. (QS. Al Baqarah (2): 286)

Andalah Yang Menjadi Imam Mahdinya?

Kita harus sadar, bahwa semuanya yang terjadi terhadap bangsa ini, merupakan sebagian dari tantangan kita. Kita ditakdirkan menjadi bagian dari ummat Islam dan bangsa Indonesia ini, yang tidak mungkin terlepas dengan semua dimensi problematika yang terjadi di negeri ini. Kita tidak perlu bermimpi kedatangan Imam Mahdi (dewa penyelamat) untuk negeri ini, karena untuk saat ini, andalah yang harus menjadi Imam Mahdinya, yang diharapkan menjadi bagian dari solusi negeri ini, yang harus mulai siap mempersembahkan hidup dan mati untuk Allah SWT dan untuk bangsa ini.

Seorang James Yee, patriot korban paranoid militer Amerika Serikat menjadi contoh real untuk memotivasi kita menjadi bagian dari solusi bangsa ini. Dalam bukunya yang berjudul “For God and Country” ia mengatakan, “Aku bersumpah akan mengabdi pada negaraku dan Tuhanku, sebagai ulama militer (chaplain) bagi tentara Muslim Amerika Serikat, apapun rintangannya dan apapun tantangannya, tujuan saya telah bulat bahwa hidup dan mati saya untuk negara dan Tuhan”. Sungguh langkah yang begitu mengagumkan banyak orang, tapi tidak untuk petinggi militer Amerika, Kerena keyakinannya sebagai Muslim dan tujuan mulianya itu, James Yee harus dituduh sebagai mata-mata, disiksa, dilecehkan dan ditahan di sebuah penjara paling menyeramkan dan paling biadab di dunia, Penjara Guantanamo Kuba. Namun ternyata dia tidak lari dari masalah, justru dia makin hidup dalam kekaguman banyak orang.

Kita harus mulai menjadikan tauhid sebagai dongkrak yang mampu menjadikan diri ini produktif dan tidak menjadi bagian dari beban bangsa. Kita harus bangga dengan nilai-nilai ilahiyah dan kekayaan alam negeri ini dan berusaha menjadi lokomotif untuk mengadvokasi supaya negeri ini mampu menegakan keadilan, kesejahteraan dan kedamaian. Kitalah perubahnya, bukan Imam Mahdi yang entah kapan datangnya. Mulailah dari kita, dari sekarang, dan dari apa yang kita mampu lakukan. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib-keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. (QS. Ar Ra’du : 11)

Kita harus segera menyelamatkan ummat ini, yang sudah terseret jauh ke hilir pemikiran dan idiologi barat. Saat ini, ummat sudah terlanjur cinta, patuh dan loyal terhadap konsep kapitalisme, sosialisme, liberalisme, sekulerisme dan komunisme. Yang mana produk manusia ini sangat sarat dengan dimensi hedonistik dan kenikmatan sesaat, serta dipastikan akan hancur dan membawa kenihaan bagi manusia. Allah SWT telah mengingatkan kita, bahwa dunia hanyalah tempat singgah yang sangat singkat dan akhirat merupakan tujuan utama manusia yang abadi.

Kita harus sadar, bahwa harta yang banyak, bisnis yang lancar, keuntungan dunia yang melimpah, sesungguhnya tidak menjamin seseorang mendapat kebahagian. Walau kenyataanya, mayoritas manusia telah diajarkan orang barat bagaimana sukses berbisnis dengan manusia dan bagaimana hidup kaya raya, tapi mereka sangat anti agama, akhirnya mereka berada dalam kehidupan yang gersang, rohani yang kering kerontang, hidup hampa tanpa makna. Sehingga banyak di antara mereka melampiaskan kegersangan hati mereka dengan mabuk-mabukan, konsumsi narkoba, freesexs, judi, zina, dan prilaku-prilaku keji lainnya. Lebih parahnya, kebiasaan buruk orang barat ini diikuti oleh ummat Islam, tapi yang baik dan bermutu dari mereka dilupakan dan di campakan.

”Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir”. (QS. At-Taubah (9):55).

Hidup Adalah Ladang Untuk Berbisnis Dengan Tuhan!

Indahnya berbisnis dengan Tuhan, hadir pada tempat dan waktu yang sangat tepat. Karena ia ada di saat terjadi krisis internal ummat Islam, baik krisis keyakinan (iman), motivasi, attitude atau integritas yang menjadi modal utama kesuksesan. Ditambah lagi sudah terjadi kristalisasi pembusukan dan pencemaran besar-besaran terhadap syariat yang sangat sakral, yang menjadi kekuatan utama kebangkitan dan kesuksesan kaum muslimin. Akibatnya terjadi krisis keyakinan dan hilangnya kebanggaan terhadap nilai-nilai kebenaran, bahkan sebagian orang Islam justru cenderung memusuhi syari’at Islam.

Hari ini, semoga anda mengingat kembali, bahwa hidup adalah kumpulan tantangan dan masalah yang harus diselesaikan, bukan untuk dikeluhkan apalagi ditinggalkan. Hidup adalah ladang berbisnis dengan Allah SWT, dan proses transaksi untuk menyelamatkan diri, keluarga dan ummat dari kebodohan, kehinaan, kesusahan, penderitaan dan azab api neraka. Keimanan bahwa kita adalah penunggang taqdir kesuksesan, semestinya disertai dengan kesiapan bekal dalam menjemputnya, dengan apapun resikonya dan bagaimanapun beratnya.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, yaitu kebahagiaan negeri akhirat. Dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dan kenikmatan dunia dan berbuatlah baiklah kamu dengan orang lain, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. (QS. 28 : 77).

Harapannya, dengan jumlah ummat Islam di seluruh dunia tidak kurang dari 1.3 milyar. Jumlah yang sangat fantastic dan luar biasa, dengan sumber daya alamnya sangat dahsyat. Mayoritas berada di 57 negara dengan letak georafisnya sangat strategis. Artinya ummat Islam di dunia ini memiliki potensi yang sangat besar, bukan hanya memiliki kitab suci Al-Qur’an yang tiada tertandingi dan tidak pernah berubah serta tidak akan pernah mampu diubah, namun jumlah SDM dan kekayaannya begitu melimpah. Bangsa yang sangat berpotensi menjadi kekhalifahan yang agung, yang dapat menebarkan kasih sayang, kedamaian, keamanan, keadilan dan kesejahteraan kepada seluruh penghuni jagad raya ini, tanpa memandang perbedaan suku, bahasa, negara dan latar belakang agama.

Nabi Palsu Sengaja Dibuat Untuk Menghilangkan Trust Ummat Kepada Muhammad SAW!

Agama Islam kuat karena punya sosok manusia yang paling mulia dan paling agung, pribadi yang menjadi panutan dalam semua dimensi kehidupan, yang memiliki sifat yang sangat istimewa, shidddiq (integritas), amanah (tanggung jawab), Fathanah (profesional), Tabligh (kepemimpinan), itqon dan istiqomah (integritas). Tidak pernah ada celah dusta dalam kehidupannya, walaupun anda menggalinya sampai ujung langit, karena jika ada setitik saja dusta dalam kehidupannya, maka Islam tidak akan pernah sampai ke pelosok negeri. Islam akan musnah di tengah kehidupan orang Arab dan kaum yahudi yang sangat peka dan ambisius untuk mencari kesalahan Rasulullah. Jika di zaman modern ini, masih ada yang mencari kesalahan Rasulullah, maka sebenarnya sudah ketinggalan zaman dan menunjukan mereka lebih bodoh dari kehidupan Arab Baduy yang tidak baca dan tidak bisa menulis dengan moral paling bejat sejagat raya.

Dengan hadirnya Muhammad SAW, maka kita memiliki kita suci Al-Qur’an yang penuh dengan kebenaran dan kebaikan. Kitab suci yang menjadi pedoman sejak 14 abad, kalimatnya dan hurufnya tidak akan pernah berubah dan tidak akan pernah tertandingi, tidak pernah butuh revisi, tidak pernah bertentangan dengan fitrah manusia. Yang Justru semakin canggihnya ilmu pengetahuan dan semakin cerdasnya masyarakat, maka semakin terungkap tabir kebenaran yang mungkin belum pernah terfikirkan sebelumnya oleh manusia. Munculnya isu Islamic Terorism, Islam Fondamentalis, adanya nabi palsu, ayat-ayat palsu, ajaran Islam palsu, yang sengaja dibuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menghilangkan trust terhadap sosok Muhammad SAW, adalah bagian dari tantangan kita, yang sudah ada sejak nabi Adam. Kita harus semakin yakin bahwa propaganda mereka tidak akan pernah merubah, mengurangi atau menghilangkan kebenaran al-Qur’an, karena Allah yang akan menjaganya. Mereka musuh Allah, menginginkan suatu hari setiap gang, setiap RT dan RW muncul nabi-nabi palsu dan aliran-aliran palsu. Anda jangan pernah terjebak dengan makar nereka, karena mereka sangat licik dan pandai berdusta, maka anda seharusnya lebih bersemangat untuk belajar, supaya lebih pandai dan lebih cerdas dari mereka.

“Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabbmu (Al Qur’an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya. Dan bersabarlah kamu bersama-sama orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya”. (QS. 18 : 27-28).

Masuklah Ke Dalam Islam Secara Sempurna, Maka Anda Akan Selamat!

Ajaran Islam adalah jalan hidup manusia yang penuh dengan keadilan, kemaslahatan dan berisi tentang semua kebutuhan manusia. Yang memberikan peta perjalanan hidup yang sangat jelas dan akurat kepada anda, dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali, dari mulai anda lahir sampai anda masuk ke liang lahat. Imam As-Syahid Hasan Al-Banna mengatakan. “Islam adalah sistem yang menyeluruh, mencakup seluruh aspek kehidupan. Maka ia adalah negara dan tanah air, atau pemerintahan dan umat, moral dan kekuatan, atau kasih sayang dan keadilan, wawasan dan undang-undang atau ilmu pengetahuan dan hukum, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan harta, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran. Sebagaimana juga ia adalah akidah yang murni dan ibadah yang benar, tidak kurang tidak lebih”.

Sebenarnya banyak di antara kaum muslimin yang telah sukses dalam hidup ini, dan mampu memberikan kontribusi kongrit untuk kemanfaatan dan kemashlahatan dunia. Sebut saja, Ahli kedokteran & Ahli Sains seperti Al-Jabar, Ibnu Sina, Ar-Razi, Az-Zahrawi, Ibnu Nafis, Jabir bin Haitsam, al-Khawarizmi. Ahli sejarah dan Ahli Bahasa seperti Ibnu Ishaq, Dzahabi, Abu Aswad Duali, Khalil, Fairuz Abadi, dll, yang hidup pada abad ke 2 s.d 10 Hijriyah. Karya-karya mereka menjadi rujukan utama di universitas-universitas terkenal dan terlama di Eropa sampai saat ini. Namun sayangnya, yang terlihat dan teropinikan selama ini, justru keterbelakangan dan kebodohan ummat Islam.

Inilah Jalan Terbaik Kita!

Siapapun kita, dimanapun kita berada dan kapanpun kita hidup, yakinlah bahwa berbisnis dengan Tuhan adalah jalan terbaik untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki. Berbaik sangkalah kepada sang Maha Pencipta, maka Dia akan tunjukan jalan Kemenangan itu. Allah berfirman dalam hadits qudsi “Sesungguhnya Aku berada di atas prasangka hamba-hambaKu” (HR.Bukhori Muslim).

”Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat”. (QS. An-Nasr (110):1-3). Sekarang, apakah anda siap menjadi Imam Mahdi?

Minggu, 13 April 2008

Cinta Dg Ayat-Ayat Allah, Dekat Dg Rizki

Cinta Dg Ayat-Ayat Allah, Dekat Dg Rizki & Pertolongan Allah.

(Kisah nyata yang diambil dari buku Indahnya Berbisnis Dengan Tuhan)

Dalam sebuah pengajian, seorang sahabat saya bernama Imam Taufik (37th), mengontrak di petukangan selatan jakarta selatan. Beliau menceritakan sebuah keajaiban yang dialaminya. Pak Imam setiap harinya menjadi Imam di masjid Al-Manar komplek Deplu. Dia memiliki kenalan jama'ah masjid seorang ibu yang setiap bertemu dengan pak Imam selalu memanggilnya dengan kata-kata pak "haji".

Pada suatu hari pak Imam memohon kepada si ibu untuk tidak memanggilnya pak haji, karena ia belum haji dan memang belum ada kemampuan untuk ber haji, dan kondisi itupun sebenarnya diketahui oleh si ibu tersebut. Tapi entah mengapa tujuan dari si ibu itu yang selalu memanggil pak Imam dengan sebutan pak haji.

Sampai terbukalah tabir rahasia ini, suatu hari si ibu itu mengajak pak Imam untuk mengantarnya ke sebuah Bank Syariah, dan tanpa diduga ternyata si ibu ini sedang mendaftarkan kepergian pak Imam untuk haji ke Baitullah, si ibu itu mengeluarkan uang kurang lebih senilai 27 juta dan memberikannya kepada pak Imam. Betapa terharunya dan betapa bersyukurnya pak Imam dengan kejadian ini, sampai akhirnya dia menceritakan kejadian yang penuh berkah ini kepada saya dan kepada rekan-rekan pengajian yang lain. Subhanallah.... Ada apa gerangan dengan pak Imam ?

Saya mengenal pak Imam sejak tahun 2001, sosoknya yang penuh dengan kesederhanaan dan penuh keprihatinan tapi sangat ulet dalam usaha dan upaya untuk memberikan nafkah kepada istri dan ke tiga anaknya, dari mulai jualan baju, usaha catering sampai jualan sembako. Dia selalu berupaya untuk tidak menjadi beban siapapun dan kepanpun. Hari-harinya selalu dipenuhi dengan optimisme dan keyakinan yang tinggi kepada Allah. Walaupun harus berusaha keras menafkahi keluarganya, tetapi dia selalu menyempatkan diri untuk membaca, mempelajari dan menghafal Al-Qur'an, sehingga sampai saat ini tidak kurang dari 9 juz sudah dihafalnya.

Ternyata keajaiban yang dialami pak Imam, bukan hanya sekedar gratis ongkos haji, tapi ketika motornya selalu mogok karena sangat tua, pada suatu hari ada seorang laki-laki yang menghadiahkan sebuah motor yang bagus, dan tentunya ini sangat bermanfaat untuk mobilitas kerjanya. Dalam kesempatan yang lain, HP nya rusak, tiba-tiba ada seseorang yang mengantarkan HP baru kepada pak Imam, dan HP ini sangat berguna untuk aktifitas da'wahnya.

Inilah keagungan, kekuasaan dan kasih sayang Allah, yang bisa jadi rahasia ini bukan hanya untuk pak Imam tetapi andapun pernah mengalaminya dan andapun berpeluang mendapatkannya, dalam bentuk keajaiban apapun yang anda inginkan. Mau?

Ganteng Tapi Ngorok!

Ganteng Tapi Ngorok! (Ujian Bagi Si Penganten Baru)
Dikisahkan ada seorang wanita yang hidup di sebuah kota, bernama Aisyah. Ia dianugrahkan wajah yang cantik, diwariskan harta melimpah, IQ yang tinggi. Namun dari segala keistimewaannya, wanita ini belum memiliki pendamping padahal usinya sudah 29 tahun, dan dia sangat sadar sebagai wanita membutuhkan seorang pedamping yang bisa menemani perjalan hidupnya.
Mulailah ia berikhtiar dengan para gurunya, teman-teman halaqohnya dan berdoa tanpa henti-hentinya kepada Allah SWT, agar ada seorang lelaki yang melamarnya. Setiap selesai shalat istikharah dia berdoa kepada Allah, "Ya Rabbi, aku memohon kepada Mu, datangkanlah kepadaku seorang lelaki yang pintar, ganteng, sholeh dan bisa menjadi imam bagiku".

Tak lama kemudian, Allah SWT mengabulkan permintaan wanita tersebut. Setelah proses ta'aruf yang sangat mengesankan. Datanglah seorang lelaki melamarnya, dengan wajah tampan, cerdas dan begitu lembut. Lalu pernikahanpun dilaksanakan. Setelah usai acara walimahan, sebagaimana biasa pengantin baru mereka berwudhu, shalat sunah dua rakaat, berdo'a bersama dan menikmati indahnya cinta yang telah dihalalkan Allah SWT. Ditengah malam yang begitu hening, si wanita tadi terbangun dan tidak bisa tidur kembali, karena suaminya ternyata tidur sambil medengkur, ngorok yang sangat keras.
Siwanita sangat kecewa dan mengeluh kepada Allah, "Ya Allah aku tidak meminta suami tidurnya medengkur, tapi kenapa engkau kirimkan dia untuk ku?" keluhan wanita itu dijawab dengan sebuah bisikan ajaib "wahai hamba Allah, sesungguhnya lelaki itu diberikan kepadamu sudah satu paket, tidak dijual terpisah, ikhlah aja ya!".
Apa hikmah dibalik kisah diatas? Dalam hidup ini mungkin anda pernah mengalami kejadian yang mirip dengan kisah tadi. kita berharap mendapat pedamping hidup sempurna. Namun setelah rumah tangga berjalan beberapa bulan, kita mengetahui kelemahan atau kekurangan yang dimiliki oleh pasangan kita, lalu apakah kekurangannya itu membuat rasa cinta kita hilang dan diselimuti kekecewaan? bagaimana dengan kelebihan-kelebihannya yang lain? jawabannya adalah ikhlas.

Siapa Ayi ?


Biodata Trainer & Penulis Buku Indahnya Berbisnis Dengan Tuhan!

Ditulis oleh Ayi Muzayini, beliau adalah trainer, motivator, personal development & marketer advisor dan juga da'i moderat yang cukup berpengalaman, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Beliau lahir di Sukabumi, 6 September 1976. Pendidikan formal yang pernah dilaluinya adalah jurusan bahasa di Religious Institute Qurtubah State of Kuwait, Ilmu Hubungan Internasional FISIP UBL Jakarta, Islamic Boarding School State of Kuwait, Madrasah Diniyah Sukabumi dan Madrasah Darunnajah Jakarta.

Beliau juga pernah mengikuti berbagai kursus, baik itu public speaking, jurnalistik, leadership, educational, consulting, marketing, dll. Walaupun usianya masih muda (32 th), namun pengalaman mengisi training di berbagai negara, menulis beberapa buku dan pengalaman memimpin perusahaan swasta nasional, membuat beliau semakin percaya diri untuk mentransformasi ilmu dan mengabdikan diri kepada ummat dan bangsa. Beliau menikah pada usia 23 tahun, dengan gadis betawi asal petukangan pesanggrahan, Halimah Hapas (21th), (Ahad, 30 Januari 2000), dan sudah dikaruniai 2 putra, Abdullah Azzam Al-Muzayini (7th) dan Faris Syahid 'Audah Al-Muzayini (3th), dan insya Allah yang akan lahir...(rencana 5 orang lagi).

Saat ini, beliau aktif sebagai Trainer TrenBiz Internasional, Pembina Islamic Boarding School Insan Mubarak (SMPIT) Jakarta, Wakil Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Tangerang, Ketua Harian Al-Mubarak Foundation, Director Advisor Hotel Syari'ah Al-Marwah Jakarta dan sebagai CEO Muzayini Global Revolution.

Motto Hidup : Hidup Mulia Sejahtera, Di Akhirat Masuk Surga, Bahagia, Selamanya!

Konsultasi & Informasi
E-mail : ayi.okey@gmail.com
PR :
Arief Rahman HP. (+6221) 9801.3448 atau
Ibu Farida Ningsih (021)7388.8872 - 7069.2409
Loading...

free counter