Jumat, 26 Februari 2010

LANGKAH JITU MENJADI AYAH TELADAN



Oleh : Ayi Muzayini

Ada empat karakter dasar yang harus dimilki seorang untuk menjadi teladan sejati. Karakter yang dimiliki oleh Muhammad SAW sebagai Kudwah Hasanah. Sifat dasar itu adalah Sidiq (jujur), Fathonah (cerdas), Amanah (Responsibilitas dan akuntabilitas), Tablig (informatif dan transparan).

Sidiq (jujur)

Sidik (Benar). Sidik adalah kesesuaian antara ucapan dengan hati nurani dan prilaku secara terpadu. Kesesuain ketiga komponen tersebut melahirkan sidik yang sempurna, apabila kurang salah satunya yang ada hanya ucapan dan niat di ahti sidiknyua masih relatif, apa bila niat dan ucapannya benar lalu perilakunya bertolak belakang berarti pada orang tersebut afa sifatr sidik dan kazab (dusta) (Mufrodat Al Qur’an 277).

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang yang benar” (QS.9:199)”
Sidik adalah sifat yang sangat mulia. Ia merupakan salah satu sifat yang melekat pada diri nabi dan Rosul.”ceritakanlah kisah Ibrahim di dalam Al Kitab sesungguhnya ia adalah orang yang sidik (sangat benar)lagi pula seorang nabi (19:41). “dan ceritakanlah kisah Idris didalam Al Kitab dia adalah orang yang sangat benar lagi seorang nabi” (19:65)

Kitab Ibnu Abbas, ada empat hal yan menjamin keberuntungan manusia : 1). Sidik, 2). Malu, 3).Ahlak yang baik dan 4) Syukur. Kata Muhammad bin Ali Al Katami tegak nya agama Allah diatas tiga pondasi utama yaitu : Al Hak, As Sidik dan Al Adl. Al Hak artinya kebenaran pada prilaku. As Sidk kebenaran pada ucapan dan Al Adl kebenaran hati nurani (Ihya Ulumuddin hal 4 : 375)

Orang yang komitment dengan sifat sidik akan naik derajatnya disisi Allah, dicintai manusia, di ampuni dosa dan kesalahannya dan kelak dimasukan kedalam syurga bersama-sama dengan para Nabi.

Sesungguhnya sidik akan menentukan kepada perbuatan bir(kebajiakan selalu) dan kebajiakn akan menuntun kesyurga. Orang yang bersikap sidik akan dicatat sebagai siddik (sangat benar). Dusta akan menuntun kepada penyimpangan, penyimpangan menjerumuskan keneraka. Orang yagn selalu berdusta kelak tertulis sebagai tukang dusta.(Hadist)


“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul mereka kelak akan ditempatkan bersama-sama dengan orang-orang yang Allah berikan rahmat yaitu para nabi, orang-orang yang (sidik), syuhada, orang-orang shaleh. Mereka itulah teman yang paling baik (QS.4 : 69).



Ruang Lingkup Sidik

Imam Ghazali menyebutkan ada 6 jenis sidik yang perlu direalisasikan dalam diri seorang mu’min agar menjadi mu’min yang sebenarnya.(Ihya Vol4. :375 – 380).


A. Sidqul Lisan (Benar dalam ucapan)

Ucapan manusia adalah ekspresi yang ada dihatinya. Hati yang baik melahirkan ucapan yang baik. Sebaliknya hati yang buruk mengeluarkan ucapan yang buruk. Perbaikan ucapan harus dimulai dari perbaikan hati. Apabila hati baik, ucapan yang keluar menjadi baik dan selanjutnya akan mengikuti oleh prilaku yang baik. Dan prilaku yang baik akan dibalas dengan ampunan dosa yang dapat membersihkan diri manusia.

“Hai orang-orang yang beriman bertaubatah kepada Allah dan berkatalah yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal perbuatan dan mengampuni dosa-dosamu(QS.33: )


B. Sidqul Niyah dan Irodah (Benar dalam keyakinan dan motivasi)

Nilai perbuatan seseorang tergantung motivasi dan niatnya. Manakala perbuatan yang baik dilandasi denga niat yang baik, mangharap ridho Allah maka nilai perbuatan itu menjadi baik, sebaliknya manakala motivasi dan niatnya buruk sekaligus tampak lahiriahnya kelihatan baik, seperti apa-apa yang kadang-kadang dilakuakan oleh orang munafik.

Nabi bersabda : “sesungguhnya amal perbuatan manusia tergantung niatnya. Dan amal setiap orang mendapatkan balasan perbuatan yang tergantung niatnya.”


C. Sidqul Wafa (Benar dalam Kesetiaan)

Untuk melakukan perbuatan yang baik dan benar tidak cukup dengan adanya keinginan dan motivasi, tetapi harus ditopang dengan tekad yang kuat untuk merealisasikan perbuatan tersebut banyak rintangan, tantangan dan kedalanya.

Suksesnya Abu Bakar dalam memerangi orang-orang yang murtad, tidak mau membayar zakat, karena tekadnya yang luar biasa untuk memerangi orang-orang murtad sekalipun sendirian tanpa dukungan sahabat-sahabatnya yang lain. Tekad inilah yang kemudian mendapatkan dukungan dan simpati Umar dan seluruh sahabat yang lain.


D. Sidqul Wafa (Benar dalam kesetiaan)

Wafa (setia) adalah sifat ulul albab, orang-orang suci, orang-orang mu’min dan mutaqin yang dipuji didalam Al Qur’an. Ulul albab adalah “orang-orang yang setia memenuhi janjinya kepada Allah dan tidak merusak janji” (13 : 20) orang-orang Abror (suci) adalah yang setia menunaikan nazarnya dan takut akan sesuatu hari (kiamat) yang azabnya tersebar dimana-mana (76:7).


E. Sidqul Amal (Benar dalam Perbuatan)

Risalah manusia adalah untuk beramal, berbuat yang shaleh dan positif. “Dan katakanlah : “Bekerjalah kamu maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mu’min akan melihat amal perbuatannya.(9 : 105). Amal perbuatan yang benar yang akan menjadi bekal yang membahagiakan manusia kelak di akhirat.” Barang siapa yang lebih berat timabangan amal baiknya maka dia akan mendapatkan kehidupan yang menyenangkan” (101 :7)


F. Sidik dalam merealisir tingkatan-tingkatan terpuji.

Mu’min sejati adalah yang dapat mengembangkan seluruh pontensi dan sifat-sifatnya. Seperti yang digamabrkan dalam surat Attaubah (9: 111-112) “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah lalu mereka membunuh atau terbunuh. Sesungguhnya itu telah menjadi janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain dari pada Allah ? maka bergembiralah dengan jual beli yang elahkamu lakukan. Dan itulah kemenangan yang besar . “mereka itulah orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yangmemuji Allah, yang melawat untuk mencari ilmu pengetahuan atau berjihad, yang ruku, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihar hukum-hukum Allah dan gembiralah orang-orang mu’min itu.
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatanya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang khusu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memlihara kehormatan, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Alla. Allah telah menyediakan untuk menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(33:35)

Amanah
Setelah Shiddiq, sifat Nabi dan Rasul berikutnya, yg PASTI dimiliki, adalah AMANAH. Amanah berarti DAPAT DIPERCAYA. Rasululloh SAW sendiri sebelum menjadi Rasul, beliau sudah digelari Al Amin (Yang Dapat Dipercaya). Dengan demikian, tidak mungkin seorang Nabi dan Rasul bersifat/bersikap KHIANAT (curang).
Amanah diterapkan para Nabi dan Rasul dalam bentuk SELALU menyampaikan SEMUA ajaran yg diterimanya. TIDAK ADA satupun yg disembunyikan. Dengan demikian, MUSTAHIL mereka menyelewengkan atau berbuat curang atas ajaran ALLOH SWT.
Apabila saat ini banyak orang (tidak cuma orang kafir, bahkan kaum muslim sekalipun) yg memperdebatkan ajaran yg dibawa Rasululloh SAW, yg menyatakan bahwa Rasululloh SAW menyembunyikan atau berbuat curang dalam menyampaikan ajaran-Nya. Naudzubillah….jangan sampai kita termasuk orang2 yg berpikiran demikian (menganggap Rasululloh SAW berbuat curang).

Tabligh
Tabligh mempunyai arti MENYAMPAIKAN WAHYU KEPADA UMATNYA. Sifat ini terkait dengan sifat Amanah, yg tidak akan berbuat curang dalam menyampaikan ajaran ALLOH SWT kepada umat. Dengan demikian, Nabi dan Rasul MUSTAHIL KITMAN (menyembunyikan wahyu).
Maksud dari sifat ini, Nabi dan Rasul akan senantiasa menyampaikan wahyu, apapun bahaya/ancaman yg datang kepada mereka. Kita barangkali sudah pernah dan sering mendengar cerita Nabi Ibrahim yg dibakar, kemudian Nabi Yahya yg dibunuh, bahkan Rasululloh SAW sendiri diancam akan dibunuh serta mendapat perlakuan diasingkan oleh kaumnya.
Hal ini menjelaskan bahwa tugas Nabi dan Rasul sangatlah berat…namun, mereka tidak akan menganggap berat, karena mereka selalu yakin bahwa ALLOH SWT akan senantiasa membantu mereka.

Fathonah
Sifat terakhir yg dimiliki oleh Nabi dan Rasul adalah Fathonah, yg artinya CERDAS/PANDAI. Dengan demikian, seorang Nabi dan Rasul MUSTAHIL JAHLUN (BODOH).
Kita sudah ketahui bahwa Rasululloh SAW adalah manusia yg buta huruf dan tidak bisa membaca serta tidak bisa menulis. Istilah lainnya adalah UMMI. Namun, kenyataan membuktikan bahwa beliau mempunyai kecerdasan yg luar biasa. Banyak kasus pelik, sebelum dan sesudah beliau menjadi Rasul, yg berhasil beliau dapatkan solusinya.
Rasululloh SAW yg UMMI juga membuktikan bahwa Rasululloh SAW TIDAK MUNGKIN mengarang ayat-ayat Al Qur’an. Sehingga gugurlah teori para orientalis yg menyatakan bahwa Al Qur’an adalah kitab buatan Muhammad SAW.
Kecerdasan dimiliki oleh Nabi dan Rasul, agar mereka tidak dipengaruhi orang lain. Setiap tindakan yg mereka lakukan adalah hasil kecerdasan beliau, yg dianugerahi oleh ALLOH SWT, bukan pengaruh dari orang yg ada di sekitar mereka, termasuk istri/anak beliau sendiri.

Berikut ini beberapa contoh tips menjadi Ayah teladan dalam keseharian kita.
1. Ajarilah anak dalam bentuk kalimat berita bukan kalimat perintah.
Misalnya sebagai ganti dari ucapanmu ”Jangan letakkan buku sembarangan!” dengan ”Buku itu tempatnya di rak buku”, dan semisalnya. Dengan perkataan semacam ini, anak tidak akan merasa sebagai objek perintah tetapi dia merasa diperhatikan dan menjadi subjek. Pada akhirnya dia akan mempunyai rasa tanggung jawab terhadap barang-barangnya.
2. Jelaskan aturan-aturan itu dengan baik kepadanya dan bimbinglah dia.
Misalnya sebagai ganti dari ucapan ”Kembalikan lagi mainanmu ke tempatnya!”, katakanlah ”Adalah hal baik bila engkau mengembalikan mainanmu ke tempatnya agar tidak rusak”, apabila dia menolak, maka katakanlah ”Ayo kita kumpulkan bersama-sama”.
3. Bila anak berbuat salah maka jangan sandarkan pada pribadinya, tetapi sandarkan pada perbuatan salahnya.
Misalnya katakanlah ”Perbuatan ini tidak benar”, jangan katakan ”Apa yang telah kamu perbuat?”. jangan pula menyifatinya dengan bodoh atau malas, karena akan melukai perasaannya dan menjadikannya rendah diri
4. Hargailah keinginan-keinginan anak anda.
Bila anakmu mempunyai keinginan untuk memiliki semua mainan yang dipajang di toko ketika ke pasar, maka sebagai ganti dari hardikanmu kepadanya dengan sifat ”tamak”, katakanlah kepadanya ”Boleh saja engkau menginginkan semua mainan ini, tetapi sekarang pilihlah satu saja dan yang lain untuk waktu yang akan datang”, atau buatlah kesepakatan kepadanya sebelum pergi ke pasar ”Apapun yang engkau lihat, maka hanya satu permintaan yang dikabulkan”. Dengan hal ini, anakmu akan merasakan bahwa engkau tetap memperhatikan keinginannya.
5. Perhatikan dan pahamilah anak anda bahwa bisa jadi ia tidak taat kepada perintah anda karena ada suatu masalah yang sedang dia alami.
Oleh sebab itu, carilah celah untuk berbicara dengan dia dari hati ke hati. Berilah kesempatan kepadanya untuk bicara dan usahakan tidak memotong pembicaraannya.
6. Hindari cara mengancam dan “menyuap”
Jika engkau menggunakan cara ancaman secara terus-menerus agar dia taat maka kelak anak anda akan mengacuhkanmu sehingga engkau mengancamnya. Demikian juga “suap” akan menjadikannya tidak mentaatimu sehingga engkau mengatakan kepadanya ”Aku akan memberimu mainan baru jika kamarmu bersih”, maka dia menaatimu karena ingin mainan bukan untuk membantu keluarganya atau melaksanakan kewajibannya
7. Berilah pujian dan apresiasi
Berilah pujian dan apresiasi bila dia menaatimu dalam suatu tugas dan berilah selamat kepadanya ”Bagus” atau ”Jazakallahu khairan” atau ”Pekerjaan yang hebat”, “Anak yang rajin”, sehingga dia akan termotivasi melakukannya pada waktu yang lain. Apabila dia berbuat sebaliknya / hal buruk maka katakanlah, “Rajinnya anak ibu itu kamarnya selalu dibersihkan sendiri”, ”Alangkah hebatnya anak itu hafal 10 juz Al-Qur’an, tentunya engkau juga bisa kan?”. Sebagian bapak memberikan hadiah kepada anaknya untuk memotivasi mereka seperti menghafal satu hadits dengan memberi mereka satu tanda bintang di pakaian, jika sudah lima atau maka mereka mengajak mereka rekreasi.
Semoga artikel ini bermanfaat. Bersambung kemateri dan kajian dhuha berikutnya “Semua Anak Adalah Bintang”.

* Materi ini dapat diakses di http://ayi-ibet.blogspot.com/
* Profile Ayi Muzayini dpt diakses di http://www.pesantrenbisnis.com/)

Kamis, 25 Februari 2010

Kiat Menjadi Orang Tua Idaman


Kiat Menjadi Orang Tua Idaman

Oleh : Ayi Muzayini E.Kosasih
CEO http://www.pesantrenbisnis.com
CEO http://bangsawancyberindo.com/bc/index3.html

Maukah Anda menjadi orang tua idaman? Orang tua yang selalu diingat, dirindu, dinanti, dibela, ditaati, dicintai, dan dido’akan setiap saat oleh anak-anak Anda? Maukah Anda dilayani para bidadari dan wildan ketika anda berada di liang lahat karena amal sholeh yang dilakukan anak Anda? Maukah Anda dihidangkan berbagai makanan dan minuman yang lezat dan menyenagkan di akhirat kelak atas ilmu yang Anda ajarkan kepada putra dan putri Anda di dunia?
Dan Ibrahim berkata, “Sesungguhnya aku pergi menuju Tuhanku yang pasti akan memberi petunjuk kepadaku. Wahai Tuhanku! anugerahilah aku (anak/keturunan) dari golongan para shalihin. (Ash-shaffat Ayat 99~100)

Maha Benar Allah SWT yang telah menjanjikan berbagai keuntungan kepada orang-orang yang mampu menjadikan hidupnya suri tauladan, orang tua yang menjadi idaman dalam setiap detik dalam kehidupannya. Orang tua yang diamnya adalah bertafakur, berkatanya adalah dzikir, bergeraknya adalah amal sholeh, tegurannya adalah nasihat dan kasih sayang, titahnya adalah dakwah,marahnya adalah cinta.
Subhanallah Maha Suci Allah yang telah memberikan berkah kepada Sayidul Anbiya Ibrahim AS dan menjadikannya ayah teladan sepanjang zaman. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan nabi Muhammad bin Abdillah SAW sebagai Qudwah Hasanah yang abadi. Maha Benar Allah SWT yang telah menjadikan Luqman AS sebagai guru bagi para Ayah.
Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Surat Al-Luqman ayat 13-19)


BAGAIMANA MENJADI ORANG TUA IDAMAN?
Siapa yang tidak bangga dan bahagia, jika memiliki anak yang lucu, baik, pintar, nurut, rajin, berprestasi dan sholeh. Anak yang menjadi penyejuk hati, penentram jiwa, dan pengobat lara. Pastinya dunia ini akan terasa sangat indah dan menentramkan. Namun bagaimana Anda mendapatkannya? Apakah mendapatkannya semudah mengatakannya?
Walau orangtua memiliki keterbatasan-keterbatasan yang harus dimengerti dan diterima sang anak demikian pula sebaliknya. Namun adanya keterbatasan itu tidak menjadikan seseorang menjadi kerdil atau tidak berkembang. Hal itu justru tantangan. Tentunya, tidak ada yang mustahil di muka bumi ini, jika kita berusaha dan Allah ridho kepada kita. Minimal ada tiga cara yang akan menjadikan Anda ayah idaman.
Satu, Jadilah Teladan, baik dalam perkataan ataupun perbuatan. Tunjukan keteladan Anda terutama dalam mencintai Allah, rasul-Nya dan Al-Islam. Buktikan bahwa anda sangat menghormati kedua orang tua Anda. Tunjukanlah bahwa anda selalu menyayangi dan memuliakan orang lain.
Walau kita sadari bahwa banyak pria yang secara fisik siap menjadi ayah teladan, tetapi secara psikologis belum cukup matang untuk menjalani peran itu. Mereka menjalankan peran sebagai ayah lebih karena keterpaksaan, bukan karena kesungguhan menghadirkan sosok ayah teladan bagi keluarga mereka. Bahkan tak sedikit pula pria yang memilih untuk keluar dari peran ayah. Sejumlah pria meninggalkan rumah. Sejumlah besar lain lari secara psikologis. Tubuh mereka ada di rumah, tetapi pikiran mereka melayang ke tempat lain. Mereka menjadi "penghuni" garasi, menghabiskan waktu di depan komputer, atau di depan televisi. Bahkan beberapa pria, yang merasa frustrasi karena gagal memenuhi tuntutan menjadi ayah yang baik, mengungkapkan kemarahan mereka dalam bentuk penganiayaan dan kekerasan fisik. Namun jika kita berupa sekuat tenaga menjadi ayah teladan, maka pasti ada jalan keluarnya.
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah. (Surat Al-Luqman ayat 13-19)

Ketika keduanya telah berserah-diri kepada Allah, dan (Ibrahim) membaringkan putranya pada pelipisnya. Maka Kami (Allah) memanggilnya, “Wahai Ibrahim, engkau telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya dengan demikian Kami berikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini adalah ujian yang sangat nyata. Dan Kami menggantinya dengan sembelihan yang besar. (surat Ash-shaffat Ayat 103~107)

Dua, Jadilah Pemimpin. Karena Allah SWT menjadikan setiap manusia adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya.
Firman Allah Ta‘ala, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakamya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At-Tahrim: 6).

Tiga, Jadilah Pengayom dalam semua kesempatan. Jadikanlah anak adalah amanah besar yang dicitai dan dihargai. Apa yang terjadi jika orang tua tidak menjadi pengayom? Betapa anak yang kehilangan sosok seorang ayah akan mengalami kerusakan psikologis dan menderita sindrom yang dinamakan father hunger. Disadari atau tidak, dampak negatif ini akan terus melekat dalam jiwa si anak hingga dia dewasa.
Firman Allah Ta‘ala, "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik." (Al-Baqarah: 233).
Mari kita coba renungkan syair karya Kahlil Gibran,seorang filsuf kebangsaan Lebanon, tentang anak.

Anakmu bukan milikmu
Mereka putra putri kehidupan
Yang rindu akan dirinya
Lewat kau mereka lahir,namun bukan dari engkau
Meski mereka bersamamu,mereka bukan hakmu
Berikan kasih sayangmu, namun jangan paksakan kehendakmu
Sebab mereka punya alam pikiran sendiri
Berikan tempat bagi raganya
Tetapi tidak untuk jiwanya
Sebab jiwa mereka penghuni masa depan
Yang tiada dapat kau kunjungi
Juga tidak dalam mimpi

Semoga artikel ini bermanfaat. Bersambung kemateri dan kajian dhuha berikutnya “Semua Anak Adalah Bintang”. Materi ini dapat diakses di
Loading...

free counter