Sabtu, 03 Agustus 2013


Pengusaha muda sukses memang menjadi dambaan semua orang. Dimana umur masih muda tapi sudah menginjakan kaki di dunia bisnis yang penuh tantangan. Berkat usaha yang gigih penuh inspirasi dan ide bisnis yang segar dan menantang maka lahirlah profil pengusaha muda sukses seperti Elang Gumilang.

Baca Juga Info Pesantren Bisnis Unggulan (Entrepreneurs Academy) SMP IT dan SMK IT Istana Mulia 081284027951
Elang Gumilang yang lahir tanggal 6 April 1985, mahasiswa IPB sekaligus direktur utama sebuah pengembang perumahan. Dan itu sebuah usaha dengan prestasi mengesankan yaitu berhasil membangun lebih dari seribu rumah sederhana di empat proyek perumahan di Kabupaten Bogor. Bermodal awal Rp 300-an juta, kini nilai proyek Elang Group terbang menembus Rp 17 miliar.

Berbekal pengalaman menjadi salesman pengembang, Elang nekat berbisnis sendiri. Pada 2005 Elang mencoba ikut tender rehabilitasi sekolah dasar di Jakarta. Nasib baik. Proyek senilai Rp 160 juta digenggamnya.

Pada 2006, di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, dia mengubah akta perusahaan yang hampir tutup menjadi Elang Group. Tanah nganggur milik sebuah instansi di Kabupaten Bogor, diliriknya. Elang mengajak lima kawannya dan terkumpul duit Rp 340 juta. Lantas dia membujuk Bank Ta-bungan Negara (BTN) bekerja sama menyediakan kredit pemilikan rumah sederhana bersubsidi (KPRS).

Proyek perdana Elang Group di Perumahan Griya Salak Endah itu berhasil. Sebanyak 450 unit rumah terjual. Pembelinya buruh, pedagang, tukang tambal ban, dan guru. “Saya tergerak menyediakan rumah murah karena banyak orang kecil kesulitan membelinya,” ujar Elang. Pada 2008, Elang membangun lagi Perumahan Bukit Warna Sari Endah, Cilebut, Bogor. Ekspansi Perumahan Griya Salak Endah II juga sukses. Pada 2009, Elang mengambil alih proyek Griya PGRI di Ciampea yang tak bisa diselesaikan oleh pengembang lain.

Penghargaan yang didapat oleh Elang Gumilang yaitu Wirausaha Muda Mandiri terbaik Indonesia 2007, Lelaki Sejati Pengobar Inspirasi 2008, Man of the Year 2008 dari Radar Bogor, Pemuda Pilihan 2008 dari TV One, Indonesia Top Young Entrepreuner 2008 dari Warta Ekonomi.

tidak salah apabila sukses saat kuliah menjadi dambaan semua mahasiswa di negeri kita, gimana tidak tertarik. Disaat mahasiswa setelah lulus bingung cari kerja, mahasiswa yang sudah sukses pada saat kuliah sudah tidak akan bingung lagi untuk cari kerja kesana kemari, fenomena ini terjadi pada sosok Elang Gumilang, sosok pemuda yang layak untuk dikagumi, karena pada usianya yang masih muda, 25 tahun, Elang Gumulang telah meraih banyak kesuksesan di negeri ini, Omzet yang dihasilkan dari bisnis propertinya mencapai miliaran rupiah, maka pantaslah jika pada tahun 2007 lalu, Elang Gumilang dinobatkan sebagai wirausahaan muda Nomor 1 Indonesia.

Elang gumilang lahir di Bogor, 25 tahun lalu, sejak kecil dia selalu diajarkan oleh orang tuanya tentang perjuangan hidup, Elang Gumilang mengaku bahwa kesuksesannya sekarang ini tidak lepas dari peran orang tuanya itu, orang tuanya mengajarkan sesuatu tidak dapat diraih secara gratis. Orang tunya mengajarkan bahwa rizki tidak berasal dari manusia, tetapi hanya dari Alloh SWT. Pelajaran ini yang akhirnya tertanam kuat dalam diri elang Gumilang, Sehingga ELang Menjelma sebagai sosok anak muda yang selalu berjuang dalam hidup, pantang menyerah, dan bertawakal kepada Alloh.

Elang Gumilang mengaku bahwa kesuksesan sekarang tidak datang secara tiba tiba, banyak proses yang di hadapi oleh sosok Elang Gumilang, Mulai Jualan Donat disekolah sekolah, Jualan sepatu, serta membuat lembaga kursus bahasa Inggris, dan sekarang menjadi pengusaha property yang sukses.

Dalam perjalanan Elang Gumilang dalam mengembangkan bisnis propertynya, Elang Gumilang berpesan berpesan “Ketika kita bekerja atau melakukan segala sesuatu, kita bisa dengan mudah terjebak ke dalam situasi yang membuat aktivitas itu hanyalah rutinitas. Karena itulah, kita harus selalu memasukkan rasa hormat kita, rasa sykur kita, pengabdian, dan rasa cinta kita terhadap tuhan yang telah member kita kesempatan melakukan pekerjaan ini, dank arena pekerjaan tersebut kita lakukan untuk menunjukkan perasaan itu kepada tuhan bahwa pekerjaan ini pada hakikatnya adalah sebuah bentuk ibadah kita kepada-Nya, maka kita pasti akan melakukannya dengan segenap kemampuan kita

Elang Gumilang, Sukses Dengan Peduli Rakyat Kecil

Entrepreneur belia ini sukses sebagai pengembang rumah sehat sederhana (RSH). Setelah berhasil membangun 9 perumahan, kini ia mempersiapkan 7 perumahan berikutnya. Segmen pasar yang dibidiknya khusus masyarakat berpendapatan rendah. Semisal tukang tambal ban, pemilik bengkel sepeda, buruh, dan guru. Dengan uang muka Rp 1,5 juta dan cicilan sekitar Rp 500.000, mereka bisa memiliki rumah yang selama ini diimpikannya.

PERUMAHANNYA tersebar di beberapa tempat seperti Cinangneng, Cileubut, Citayam, Cigudeg, Cileungsi dan Cidahu, Sukabumi. Sampai saat ini sebanyak 4.000 unit rumah sudah dibangun di lahan seluas 50 ha, oleh Gemilang Property, salah satu perusahaan miliknya dibawah Elang Group.

Awalnya Elang membuat 2 tipe rumah yaitu tipe 22/60 dan tipe 36 (36/60 dan 36/72). Saat pertama kali membuka perumahan di tahun 2007, ia cukup “berani” menawarkan dengan harga murah meriah. Bayangkan, rumah tipe 22/60 di Griya Salak Endah, Cinangneng, Bogor, komplek yang pertama kali dibuatnya, harganya Rp 25 juta/unit. Sedangkan tipe 36/72 berharga Rp 37 juta. Dengan uang muka Rp. 1,25 juta, cicilan perbulannya Rp 25.000 - Rp 89.000 selama 15 tahun. Tak heran, 2 perumahan yang dibuatnya pertama kali laris manis alias sold out! Belakangan, mengikuti aturan pemerintah ia hanya membuat rumah tipe 36.

“ Elang percaya, kesuksesan yang diraihnya saat ini merupakan buah doa-doa dari orang kecil yang ia buatkan rumahnya. “

Pasar potensial

Meski harga jual rumahnya kini tidak semurah dulu, Elang tetap membuat rumah dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah. “Pasar perumahan untuk kelas ini sangat potensial. Tidak banyak developer yang terjun di ceruk pasar ini, karena memang lebih ribet. Urusannya dengan KPR yang disubsidi oleh pemerintah,” papar suami Detri Sri Angraeni ini saat ditemui di perumahan Griya Salak Endah III, Cinangneng, Bogor. Jenis perumahan ini berbeda dengan rumah tipe real estate yang dananya dikelola sendiri.

Untuk pengembangan bisnis rumah di tahun 2012 ini, Elang tidak lagi khusus membuat perumahan tipe sederhana, tapi merambah tipe real estate. “Kalau tetap mengandalkan KPR, kita tergantung dengan pemerintah, hingga susah membuat kita berinovasi. Untuk itulah saya membuat real estate. Porsi jumlahnya nanti sekitar 50 : 50 dengan RSH,” ucap alumnus Fakultas Manajemen dan Ekonomi IPB ini. Namun secara prinsip ia tetap mendukung pengadaan RSH. Caranya, dengan melakukan subsidi silang. Penghasilan dari hasil penjualan rumah tipe real estate digunakan untuk mensubsidi pengadaan RSH.

Bagi Elang, ada kepuasan batin sendiri bila bisa membantu menyediakan rumah bagi rakyat kecil berpenghasilan rendah. Hal yang mungkin bagi mereka susah untuk mendapatkannya. Komitmen ini lah yang terus ia pegang. Bahkan Elang meyakini, kesuksesan yang diraihnya saat ini merupakan buah dari doa-doa orang kecil yang ia buatkan rumahnya. Menurut cerita Elang, ia pernah diundang syukuran potong ayam oleh salah seorang pembeli saking gembiranya mereka bisa memiliki rumah.

Berkibar berkat Mandiri

Pada awalnya orang tua Elang sempat meragukan kemampuannya dalam menggeluti bisnis properti. Maklum beberapa kali usaha yang pernah ditekuni tak ada yang bertahan, alias gagal melulu. Akhirnya, Elang belajar dari ayahnya H. Misbach yang merupakan seorang kontraktor bangunan. Dibutuhkan waktu waktu 4 tahun untuk meyakinkan orang tua Elang akan keseriusannya menjalani usaha ini. Kepercayaan dirinya makin menguat ketika di tahun 2007, ia menjadi Pemenang I Wirausaha Muda Mandiri (WMM) kategori diploma dan mahasiswa. Saat itu, Elang yang masih duduk di tingkat IV IPB sudah menjadi kontraktor pembangunan meskipun masih sederhana. Kemenangannya di WMM inilah, yang menjadi titik balik pengembangan usahanya, tambah Elang.

“Lewat Bank Mandiri, saya mendapat berbagai jenis pelatihan tentang usaha. Tak hanya itu, kita juga dibantu promosi ke media-media dan pameran,” ucap ayah satu anak bernama Satria Putra Gemilang. Usahanya makin berkembang secara siginifikan sejak menjadi “anak asuh” Bank Mandiri. Omzet usahanya bertambah berkali lipat. Dari yang belasan milyar meningkat menjadi puluhan milyar, bahkan ratusan milyar rupiah.

Elang mengibaratkan hubungannya dengan Bank Mandiri, bagaikan anak dengan orang tua. Pasalnya, paska keikutsertaannya dalam lomba kewirausahaan, hubungan dengan Bank Mandiri masih berkesinambungan. Pada beberapa lembaga lain, Elang juga kerap menang. Namun kebanyakan hubungannya hanya pada saat perlombaan saja, tidak kesinambungan hubungan. Belakangan Bank Mandiri juga membantu usaha Elang dalam bentuk KPR. “Paling tidak di tahun 2012 ini ada beberapa perumahan yang saya bangun bisa dibeli menggunakan KPR Mandiri, ” ujar Elang yang kini memperkerjakan sekitar 120 orang karyawan di Elang Group.

Biodata Lengkap Elang Gumilang

Nama : Elang Gumilang
Tempat tanggal lahir : Bogor, 06 April 1985
Pendidikan : S1 Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB.
Jabatan : CEO Elang Group

Penghargaan :
Pemenang I Wirausaha Muda Mandiri (2007)
Top Youth Entrepreneur versi Warta Ekonomi ( 2008)
Man of the Year 2008 versi Group Jawa Pos
Pemuda Pilihan 2008 Versi TV One
Juara Lelaki Sejati Pengobar Inpirasi 2009 versi Bentoel
Tokoh Pilihan Majalah Tempo (2009)
Penghargaan Ernst & Young Indonesian Entrepreneur Of The Year 2010
Pemuda Andalan Nusantara (2010)

Cara Sukses Bisnis Properti :

Memilih usaha yang kita kuasai terlebih dulu.
Niat pelayanan. Setelah kita memberikan pelayanan yang baik, profit nantinya akan mengikuti.
Berusaha dengan baik. Usaha yang dilakukan harus benar, baik dari cara strategi pemasarannya, promosi, menjalankan usaha dan sebagainya. Antara niat dan usaha harus jalan beriringan.

Dari donat sampai real estate
Jiwa kewirausahaan sulung dari tiga bersaudara pasangan H. Misbach dan Hj. Priyanti ini, tidak didapat secara instan tapi merupakan buah dari pergulatan hidupnya.

Saat bersekolah di SMAN 1 Bogor, setiap hari berkeliling menjual 10 boks donat (satu boks isi 12 donat) ke beberapa SD. Keuntungannya Rp 50.000./hari

Tahun 2003 menang kompetisi ekonomi di IPB dan UI. Sambil kuliah berjualan sepatu ke asrama-asrama mahasiswa IPB. Omzet Rp 3 juta/bulan. Namun usaha itu tidak berlangsung lama. Kualitas sepatu yang dijualnya menurun, mengakibatkan pesanan merosot.

Bermodal surat dari kampus, mengajukan proposal ke Philips untuk menyuplai lampu ke kampusnya. Setiap penjualan lampu, Elang untung Rp 15 juta. Namun karena sifatnya insidental dan perputaran uangnya lambat, ia tidak meneruskan usaha ini.

Berikutnya mencoba berjualan minyak goreng. Namun lantaran kecapean setiap pagi harus mengantar minyak goreng ke warung-warung, kuliahnya terganggu.

Merintis usaha kursus bahasa Inggris English Avenue, di kampusnya dengan modal Rp 21 juta hasil patungan bersama teman-temannya. Ia tidak turun langsung, hanya mengawasi saja.

Bekerja sebagai sales marketing perumahan dengan sistem komisi dari setiap rumah yang terjual. Pengalaman sebagai marketing perumahan inilah yang mengantarnya menjadi pengusaha sukses di bidang properti seperti sekarang ini.

Namanya Elang Gumilang. Usianya kini bahkan belum mencapai 30 tahun, namun perputaran roda bisnisnya telah mampu menghasilkan omset sekitar 54 miliar rupiah. Bisnis yang digelutinya mulai dari dunia pertambangan, pengembangan perumahan, pelatihan bisnis hingga periklanan telah menghantarkan Elang menjadi seorang miliarder di usia muda.

Elang Gumilang kini telah menjadi CEO yang dari perusahaan dibentuknya dengan nama Elang Group. Perusaahn Elang Group menjadi induk dari beberapa anak perusahaan seperti PT. Elang Semestaguna, PT Bild Consulting, dan PT Bumi Karsa Semesta.Kesuksesan yang ia peroleh ini didapat dari hasilnya bekerja menjadi tenaga pemasaran rumah, mendirikan kursus bahasa Inggris dan berjualan aneka barang mulai dari bohlam, minyak goreng, bahkan ketika masih sekolah dulu ia sempat berdagang keliling donat. A menjajakan donat- donat dagangannya ke beberapa SD dan saat itu ia mampu memperoleh keuntungan sekitar Rp.50.000/hari.

Elang yang merupakan anak sulung dari 3 bersaudara ini memang telah mempunyai jiwa bisnis sejak kecil. Bakat ini mungkin diturunkan oleh sang ayah, H. Misbah yang berprofesi sebagai seorang kontraktor bangunan.. Butuh waktu kurang lebih 4 tahun bagi Elang untuk bisa meyakinkan orang tuanya bahwa ia mampu menjalankan bisnis properti, yang sebelumnya selalu gagal. Pada tahun 2005, Elang mencoba memulai bisnis properti dengan mencoba mengikuti tender rehabilitasi sekolah dasari di Jakarta dan akhirnya ia berhasil mendapatkan proyek tersebut.

Kemudian di tahun 2007, Elang membuat Rumah Sangat Sederhana (RSS) dengan modal 340 juta yang ia peroleh dari hasil patungan. Perumahan yang ia bangun ini tergolong cukup murah, sehingga benar- benar bisa dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Perumahan yang ia dirikan dalam tipe 22/60 dan tipe 36 (36/60 dan 36/72). Dengan membanderol rumah seharga 25-37 juta rupiah per unit, maka perumahan di Griya Salak Endah, Cinangneng, Bogor ini langsung diserbu pembeli dan laku terjual. Hingga akhirnya pada tahun 2007 juga, Elang menjadi Pemenang I Wirausaha Muda Mandiri untuk Kategori Diploma dan Mahasiswa. Luar biasanya, saat itu Elang bahkan masih menjadi mahasiswa yang masih duduk di tingkat IV di Fakultas Manajemen dan Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), meski ia telah menjadi seorang kontraktor kecil- kecilan.

Hingga saat ini, berkat jiwa kewirausahaan dan keuletannya dalam menjalani hidupnya, Elang Gumilang telah mendapatkan beragam penghargaan dari berbagai institusi. Sebut saja, Top Youth Enterpreneur versi Warta Ekonomi di 2008, Man of The Year 2008 versi Grup Jawa Pos, Pemuda Pilihan 2008 Versi TV One, Juara Lelaki Sejati Inspirasi 2009 versi Bentoel, Tokoh Pilihan Majalah Tempo di tahun 2009, penghargaan Ernst& YoungIndonesia Entrepreneur of The Year 2010, dan Pemuda Andalan Nusantara 2010. (dari berbagai sumber)

Elang Gumilang: Tak Akan Melupakan Rakyat Miskin
Penulis : Hilda B Alexander | istimewa

Elang Gumilang, anak muda penuh talenta yang berkontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan rumah untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Ibarat burung, kepakkan sayap Elang Gumilang, kian menjulang. Jika tiga tahun silam konsentrasi bisnisnya, melalui perusahaan pengembang Gemilang Property, pada properti kelas bawah. Kini ia menjelajah kelas di atasnya. Elang mengembangkan perumahan berkonsep "real estate" dengan harga jual antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar di kawasan Bogor Barat.

Saya harus pegang filosofi bisnis yang mengombinasikan tiga aspek: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Meskipun saat ini saya bisa membangun hunian untuk kelas atas, tetapi, saya tak akan pernah meninggalkan pasar rumah sederha.-- Elang Gumilang

Anak muda 28 tahun ini memang sarat prestasi dan pantas menjadi inspirasi. Sebelum memutuskan untuk naik kelas, Elang telah berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kiprahnya dimulai dari koordinat nol tahun 2007, saat lulusan Institut Pertanian Bogor ini mengembangkan portofolio perdananya, Gemilang Property Griya Salak Endah I, Bogor. Meski sempat tak dipercaya lembaga keuangan modern, tak mengurungkan tekadnya untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesamanya.

Modal pertamanya sebesar Rp 340 juta. Hasil meminjam dari kerabat, teman dan dosen. Dengan uang sejumlah itu, Elang bisa membangun hunian tempat berlindung para pedagang, rekan mahasiswa maupun masyarakat lain yang tak memiliki akses perbankan. Harga rumah yang dijualnya saat itu, sekitar Rp 22 juta-Rp 40 juta per unit. Uang muka yang dikenakan hanya Rp 1,2 juta dengan cicilan per bulan sekitar Rp 89 ribu. Jumlah nilai yang saat ini tak ada artinya. Di saat pengembang lain berjibaku meraup marjin keuntungan maksimal, Elang justru berlaku sebaliknya.

Sukses penjualan Gemilang Property Griya Salak Endah I menyisakan kisah serupa pada sejumlah portofolio berikutnya. Hingga enam tahun usia bisnisnya di sektor properti, Elang telah mengembangkan tiga belas (13) perumahan. Di antaranya Gemilang Property Griya Salak Endah I-III, Gemilang Property Griya PGRI Ciampea Endah, Gemilang Property Citayam, Gemilang Property Cilebut, Gemilang Property Lido dan yang teranyar di kawasan Cifor, Bogor Barat. Kisaran harga mulai dari Rp 88 juta-Rp 1 miliar. Dari rentang harga ini dapat diambil kesimpulan bahwa semua kelas memberikan kesempatan kepadanya untuk berkembang.

"Saya harus pegang teguh filosofi bisnis yang mengombinasikan tiga aspek (triple track) yaitu: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Meskipun saat ini saya bisa membangun hunian untuk kelas atas, tetapi, saya tak akan pernah meninggalkan pasar rumah sederhana," janji Elang kepada Kompas.com, Senin (27/5/2013).

Elang merambah hunian komersial bukan semata properti sedang "booming". Ia tetap hati-hati, dan mudah dimafhumi jika tetap mengalokasikan aset lahan dan belanja modalnya untuk mengembangkan rumah sederhana. Menurutnya, real demand pasar propertu justru ada pada pasar terbawah. Strategi bisnis yang dirancang pun berbasis pada riset terutama penggunaan material produksi. Sehingga bisa didapat harga produksi yang optimal yang akan berdampak pada penentuan harga jual yang optimal pula.

"Bahkan ada banyak komponen material yang sudah kami produksi sendiri. Hal ini justru dapat menghasilkan lapangan kerja baru sebagai efek turunan dari pembangunan perumahan yang kami lakukan," tandas Elang.

Evaluasi

Prinsip kehati-hatian juga ia terapkan saat mencari pendanaan. Setiap tahun Elang selalu melakukan berbagai analisis dan observasi mengenai strategi pendanaan yang memiliki daya tahan lebih terhadap fluktuasi kondisi ekonomi Indonesia. Kendati tersedia banyak opsi, namun ia selalu menggunakan memanfaatkan mekanisme pembiayaan yang bisa saling menguntungkan.

"Saya belajar dari krisis moneter 1998 silam. Walau bagaimanapun dalam kehidupan ini kita mengenal adanya siklus. Boleh jadi properti saat ini tengah boom. Tapi suatu ketika akan mengalami decline. Segala sesuatu itu ada masanya. Kita harus jeli membaca perkembangan terkini dan memprediksi kondisi di masa depan. Tinggal bagaimana persiapan strategi yang jitu untuk bisa bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi apapun," ujarnya. 
  • biografi elang gumilang
  • profil elang gumilang
  • elang gumilang biografi
  • kisah sukses pengusaha properti
  • kisah sukses elang gumilang
  • pengusaha properti muda
  • kisah elang gumilang
  • biodata elang gumilang
  • kisah sukses pengusaha property
  • elang gumilang pengusaha muda
Reaksi:

16 komentar:

Poskan Komentar


Cara Sukses dan Bahagia, Mau?

Anda Sangat Layak Kaya dan Bahagia Dunia Akhirat! Anda Pasti Bisa! Saudaraku... Kaya adalah akibat, Cara dan kuncinya ada dalam diri Anda. Mari kita Wujudkan bersama, Jika kita belum sempat Bersua, maka mari ikatkan hati kita dengan Iman dan saling mendo'akan.Bisa! ayi.okey@gmail.com

Entrepreneur Academy SMP IT dan SMK IT Boarding School Unggulan Istana Mulia Khusus PUTRA

Cara Usaha, Cara Sukses Bisnis, Cara Kaya, Tips Bahagia,di Pesantren Bisnis Istana Mulia aja, Mau?

Pesantren Bisnis Unggulan (Entrepreneurs Academy) SMP IT & SMK IT Istana Mulia 081284027951

Sekolah Kepemimpinan : Welcome to School of Leadership

Daftar Blog Pesantren Bisnis (ENTREPRENEUR ACADEMY) TAMAN WISATA PENDIDIKAN ISTANA MULIA

Daftar Blog Wiata Saya