Selasa, 23 Juni 2009

“All big things in this world are done by people who are naïve and have an idea that is obviously impossible.” (Dr. Frank Richard).

Apa bekal anda untuk menjadi Pemenang sejati? Pada dasarnya setiap manusia sangat berpeluang untuk selalu menjadi pemenang. Karena sesungguhnya Allah SWT telah memberikan peluang kemenangan yang sama kepada setiap manusia. Setiap orang diberikan tiket untuk berkompetisi melewati rintangan, ujian, tantangan dan hambatan yang memang sudah didesain oleh yang Maha Pencipta, dalam rangka memilih siapa diantara mereka yang layak mendapat medalai kemenangan dan menjadi penghuni istana surga-Nya.

Apa yang membedakan pemenang dan orang kalah? yang paling jelas membedakan orang kalah dan pemenang adalah, mereka yang menang sudah mengerti dan melakukan apa yang orang kalah belum mengerti dan lakukan. Tapi janganlah kecewa bagi anda yang pernah merasa kalah, karena dalam hidup ini masih banyak kemenangan yang masih tertunda. Dan anda sangat berpeluang untuk mendapatkannya. Siapkanlah bekal anda dalam meraih kemenangan yang masih tertunda itu dengan benar dan optimal.

”Ketika seorang Mujahid sejati berperang, dia telah mempersiapkan diri untuk mati syahid, tapi yang sering terjadi justru musuhnya yang mati dalam kehinaan”. (Ayi M).

7 Kekuatan Dahsyat Meraih Kemenangan Sejati

1. Iman (the Power of Faith)

Apa yang dimaskud dengan Iman? Syeikh Ibnu Taimiyyah berkata : Iman adalah keyakinan akan ketauhidan (pengesaan) Allah SWT dengan sepenuh hati, yang wajib diproklamirkan dengan lisan dan diamalkan dengan semua dimensi Amal perbuatan. Baik itu keimanan terhadap keesaan penciptaan-Nya, keesaan Penyembahan-Nya, Asma wasifat dan pengesaan terhadap hukum-hukum-Nya.

Syeikh Abdul Wahab dalam kitab fathul majid berkata : Iman secara bahasa berarti at-tasdiq (membenarkan), dan secara syara (istilah) berarti keyakinan, kepercayaan. Pembenaran seorang hamba akan ketauhidan Allah SWT dan semua rukun Iman yang enam, yaitu beriman kepada Allah SWT. Beriman akan adanya malaikat Allah SWT. Beriman kepada Kitab-kitab Samawi yang diturunkan Allah SWT. Beriman dengan Nabi dan Rasul yang telah diutus Allah SWT. Beriman dengan hari Kiamat dan beriman dengan Qodho dan Qodar (ketentuan & ketetapan) Allah SWT.

Iman Sebagai Bekal Utama. Dalam menghadapi pertandingan meraih kemenangan, Iman adalah senjata yang paling jitu, ia sebagai fondasi dan benteng yang harus difahami, diyakini dan diamalkan secara benar. Karena salah satu motif yang dapat menggerakkan orang secara luar biasa ada pada doktrin spiritual. Anthony Robbins mengatakan “All personal breakthroughs begin with a change in beliefs.”

Allah berfirman yang artinya : “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan berbertaqwalah kepadaku hai orang-orang yang berakal” (QS.Al-Baqoroh 2:197)

Iman Menyebabkan Kerja Optimal. The Power of Faith atau Keyakinan yang mendalam akan menyebabkan anda bekerja dengan konsisten, penuh semangat, optimistis, hati tenang, kerja optimal dan hasil yang maksimal. Akan tetapi, kebanyakan dari manusia menganut sejumlah keyakinan yang justru menimbulkan keraguan, was-was, bahkan memilih jalan keyakinan yang sesat.

Allah Berfiman :“Demi masa sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali orang-orang beriman dan beramal soleh, saling berpesan dengan kebenaran dan saling berpesan dengan kesabaran ”. (QS. Al-Ashr 103:1-3).

Iman Menyebabkan Ketentraman. Syeikh Hasan Al-Banna berkata : Iman yang tulus, ibadah yang benar dan mujahadah (kesungguhan) dalam beribadah adalah cahaya dan kenikmatan yang ditanamkan Allah SWT didalam hati hamba-Nya yang Dia kehendaki.

Firman Allah Ta'ala yang artinya: "Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedhaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapat ketenteraman dan mereka itu adalah orang-orang yang menepati jalan hidayah." (Al-An'am: 82)

Iman membuahkan Limpahan Rizki. Keyakinan bahwa kemenangan dan kesuksesan dari Allah, milik Allah dan akan dikembalikan kepada Allah SWT, membuahkan kekayaan hati dan kemantapan kerja yang tiada terhingga.

Firman Allah yang artinya “Katakanlah : Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan dari bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan pengelihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab : Allah. Maka katakanlah : mengapa kamu tidak bertakwa( kepada-Nya) ?” (QS. Yunus : 31).

Eko Jalu Santoso menuturkan sebuah kisah nyata yang menarik, yaitu tentang dua orang yang dipenjara akibat suatu kekeliruan, mereka divonis hukuman seumur hidup di penjara? tanpa tahu kapan akan bebas. Dan tidak jelas apakah dia bisa bebas di masa depan ?

Adalah Anthony Faison (36) dan Charles Sheperd (40), dua pria di Amerika yang tahun 1987 secara keliru dinyatakan membunuh seorang sopir taksi. Kedua pria itu divonis hukuman seumur hidup hanya atas dasar kesaksian seorang saksi, dan saksi itu pun mengaku sedang mabuk pada malam terjadinya pembunuhan itu.

Namun Anthony dan Charles tidak berputus asa. Dia memiliki keyakinan bahwa dirinya akan bisa bebas dari penjara. Dengan keyakinan dan ketekunannya selama 14 tahun, orang yang tidak bersalah ini terus berusaha mengirim surat kepada para detektif, para pengacara dan para tokoh politik untuk mengatakan bahwa dirinya tak bersalah.

Berapakah surat yang telah ditulisnya? Konon mencapai 62.000 surat ! Dan setelah 14 tahun, dari salah satu surat itu, menggerakkan hati seorang detektif yang akhirnya menemukan fakta sebenarnya dari kisah pembunuhan yang salah tangkap itu. Bayangkan ! Selama 14 tahun dan dari 62.000 surat cuma dapat 1 tanggapan ?

Bagaimana menurut anda ? Dan akhirnya karena perjuangan LUARBIASA ini, dia mendapat ganti rugi rugi sebesar US$ 3,3 juta (Rp 28 miliar lebih) dari Negara dan di bebaskan dari penjara.

Mereka Menjadi Pemenang. Orang yang bersungguh-sungguh beriman dan bekerja secara optimal akan menuai hasil yang juga optimal. Dan seharusnya anda lebih baik dan lebih berhak menjadi pemenang, dari siapapun, walau anda tidak harus dipenjara lebih dahulu. Karena anda sudah ada bekal hidayah dan pedoman hidup yang jelas. Jika orang yang tidak jelas keimannya kepada Allah SWT, begitu sangat yakin akan menang dan menuai hasilnya. Maka sesungguhnya, anda lebih berhak untuk lebih yakin akan kemenangan ini dari yang dimiliki oleh mereka.

Allah SWT berfirman : ”Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat”. (QS. An-Nasr 110:1-3).

2. Ilmu, Bekal Anda Menguasi Bumi (The Power Of Knowledge)

Ilmu Syarat Bahagia Dunia Akherat. Pengetahuan yang benar menyebabkan lahirnya perilaku, tindakan dan perbuatan yang terpuji. Ilmu dapat menghasilkan ilham, gagasan baru dan adaptasi dalam dunia nyata. Karena Rasulullah Muhammad SAW menggambarkan bahwa ilmu adalah cahaya, siapapun yang menginginkan kesuksesan di dunia, maka harus dengan bekal ilmu dan barangsiapa yang ingin meraih kebahagian di akherat maka harus dengan ilmu, barang siapa yang ingin bahagia dunia akherat maka harus dengan ilmu.

Seorang ilmuan bernama Albert Einstien mengatakan “Ilmu tanpa agama adalah buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh.”

Dekat dengan Ulama, berarti Dekat dengan Nabi. Jadikan Ulama sebagai motivator, guru dan cermin yang baik. Karena ulama adalah warotsatul ambiya (pewaris nabi). Belajarlah dari keberhasilan dan kegagalan orang lain. Jangan sombong kalau anda lebih hebat dalam beberapa bidang dibandingkan dengan orang lain, dan jangan berkecil hati jika anda tidak segemilang mereka dalam bidang lainnya.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata : ” Allah SWT menyanjung ahli ilmu, memuji dan memuliakan orang yang berilmu, dengan menjadikan kitab-Nya sebagai ayat-ayat yang nyata (jelas) dalam dada mereka. Ini merupakan kekhususan dan kebaikan bagi mereka dan tidak diberikan kepada yang lainnya." (Miftah Daari As-Sa'adah hal. 1/50)

Allah berfirman yang artinya : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujaadilah :11).

Bodoh menyebabkan jauh dari Allah SWT. Kegagalan manusia dalam menemukan ilmu tentang kesempurnaan jati dirinya menyebabkan dia jauh dari penciptanya, hal ini dikuatkan oleh pendapat Dr. A. Carrel dalam bukunya, Man the Unknown, yang menjelaskan tentang kesukaran yang dihadapi untuk mengetahui hakikat manusia. Dia mengatakan bahwa pengetahuan tentang makhluk-makhluk hidup secara umum dan manusia khususnya belum lagi mencapai kemajuan seperti yang telah dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan lainnya.

Rasulullah bersabda : ”Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal penciptanya (jalan bahagia).” (HR. Muslim).

Prof Dr. Asri Rasyad, M.Sc., Ph.D. dalam pengantar Buku Metodologi Penelitian Bidang Kedokteran mengatakan : ”Ada berbagai cara orang menyelesaikan persoalan yang dihadapi manusia. Ada yang pergi ke kuburan atau ke dukun meminta tenaga ghaib membantunya, ada yang pergi kepada seseorang yang dianggapnya ahli, tetapi ada pula yang berpaling kepada ilmu pengetahuan. Orang berpendidikan dan berilmu pengetahuan tidak sepantasnya berbuat seperti itu, akan tetapi kenyataannya tidaklah selalu demikian.”

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, orang yang takut kepada Allah SWT dengan benar hanyalah ulama, karena semakin mengenal Allah yang Maha Agung, Maha Berkuasa, Maha Mengetahui, yang memiliki sifat kesempurnaan dan kebaikan, maka pengenalan, pengetahuan, dan ketakutan terhadap-Nya akan semakin sempurna." (Tafsir Ibnu Katsir 3/163).

Allah berfirman: ”Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambanya, hanyalah ulama." (QS. Al- Fathir : 28).

Syeikh Syahid Hasan Al Banna mengatakan : Pandangan agama dan pandangan logika memiliki wilayahnya masing-masing yang tidak dapat saling memasuki secara sempurna. Namun demikian, keduanya tidak pernah berbeda (selalu beririsan) dalam masalah yang absolut. Sesuatu yang relatif harus disandarkan pada yang absolute.

Imam Al Qurtubi rahimahullah berkata : orang yang tahu berbeda dengan orang yang tidak tahu, demikian juga orang taat tidaklah sama dengan orang bermaksiat. Orang yang mengetahui adalah orang yang dapat mengambil manfaat dari ilmu serta mengamalkannya. Dan orang yang tidak mengambil manfaat dari ilmu serta tidak mengamalkannya, maka ia berada dalam barisan orang yang tidak mengetahui". (Tafsir Al-Qurthubi hal. 5684).

Allah berfirman yang artinya : “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu`min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. At-Taubah : 122].

3. Ikhtiar & Motivasi Kerja (The Power of Motivation)

Bagaimana agama Islam memandang ikhtiar? Agama Islam memandang bahwa ikhtiar atau upaya seseorang dalam menjemput karunia Allah adalah sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Ikhtiar dalam menjemput kemenangan adalah kewajiban, walau hasilnya adalah pilihan Allah SWT, namun bagi orang yang beriman, etos kerja yang baik adalah senjata, sebagai penyempurnaan usaha dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. (QS. Adz-Dzariyat 51:56).

Allah berfirman yang artinya : “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhoan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (Al- Ankabut. (29): 69) .

Menyempurnakan ikhtiar. Sesuatu yang dapat mengantarkan anda kepada kemenenagan adalah bekerja secara baik dan benar. Martin Luther King Jr. berkata, “Jadilah tukang sapu jalanan layaknya Michael Angelo melukis atau Shakespeare menulis puisi, sehingga segenap penghuni bumi akan tertegun lalu berujar, Wahai inilah tukang sapu jalan yang melakukan tugasnya dengan baik.”

Bekerja dengan ihsan (baik), itulah yang ditempuh banyak orang yang sudah memetik keberhasilan. Kemmons mencium kebutuhan pelancong akan motel sederhana tapi bersih, Ia pun mendirikan Holiday Inns. Sam Walton bercita-cita membangun jaringan toko kelontong dengan harga murah dan pelayanan ramah, hasilnya Wal-Mart jaringan pasar swalayan terbesar di AS.

Rasulullah bersabda “Tidaklah sesorang makan makanan yang lebih baik daripada hasil ketrampilan tangannya sendiri. Dan Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan penampilan kamu, tetapi Allah melihat hati dan amalan kamu.” (HR. Bukhori).

Sunatullah itu sesungguhnya sederhana. Barang siapa mencelupkan jarinya ke air mendidih, mendapatkan jarinya lepuh. Pasukan yang lebih gigih berperang, lebih gagah bertempur tanpa takut gagal akan meraih kemenangan. Orang yang lebih tekun bekerja, lebih giat berusaha, tanpa pernah mudah menyerah dalam berusaha akan memperoleh penghasilan dan kesuksesan yang lebih baik.

Sayangnya, banyak orang yang mengingkari hukum ini. Hanya karena mempercayai bahwa “langit itu adil”, kemudian kebanyakan orang hanya berharap emas jatuh ke pangkuan begitu saja. Padahal tiada imbalan yang dapat diraih tanpa usaha. Keyakinan dan ketekunan tak pernah jauh dari imbalan itu sendiri. Sebuah keyakinan memberi makna pada usaha yang kita terima. Maka imbalan pun pasti akan memenuhi jiwa.

Allah berfirman yang artinya :”Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (pembeda jalan). dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar”. (QS. Al-Anfaal 8:29)

4. Ikhlas (The Power Of Sincerity)

Kunci Kekuatan Menuju Puncak Kemenangan. Kemenangan adalah milik Allah SWT, dan akan diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, maka kemenangan sangat ditentukan oleh motivasi kerja yang benar (the power of motivation), maka motivasi yang tepat dalam meraih kemenangan adalah untuk tujuan meraih ridha Allah SWT, maka bagi siapapun yang membutuhkan kemenangan, dituntut untuk ikhlas (The Power of Sincere) dan memberikan kesetiaan (monoloyalitas) hanya untukNya.

Allah berfirman yang artinya : “Maka hadapkanlah wajahmu denga lurus kepada Dienul Islam, Allah yang telah menciptakan manusia sesuai dengan Fitrahnya. Tidak ada perubahan pada Fitrah itu”. (QS. Ar-Ruum 30:30)

Hidup yang Indah. Sebenarnya kehidupan ini penuh dengan taman bunga yang indah, tetapi sayangnya manusia yang membuatnya menjadi kebun binatang, penuh kecoa, ular, tikus, curut, serigala, dll. Menjadikan manusia banyak mencela, kurang semangat dan diselimuti banyak kekecewaan. Diwaktu menemukan kekurangan pasangan, manusia mengeluh. Padahal kelebihan yang dia miliki lebih banyak dibandingkan kekurangannya. Saat itulah anda membutuhkan ikhlas yang sesungguhnya, agar ketika anda bekerja dan menjemput kemenangan penuh dengan rasa senang dan semangat tanpa dibelenggu dengan kekecewaan.

Ikhlas inilah yang akan mendorong anda menerima apa adanya. Dan selalu meniatkan kerja hanya untuk mengharap keridhoan Allah semata dan tidak menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah tersebut. Ibadah yang dilakukan untuk selain Allah adalah syirik dan tidak akan diterima oleh Allah.

Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah menemui Rasulullah SAW dan bertanya, “ Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan pujian? Apakah ia mendapatkan pahala?” Rasululllah menjawab, “ Ia tidak mendapatkan apa-apa.” Orang tadi mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali, dan Rasululllahpun tetap menjawab, “ Ia tidak akan mendapatkan apa-apa. “ Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya dan mengharap wajahNya.” (HR. Abu Dawud dan Nasai).

Coba perhatikan wajah anda, sesungguhnya anda memiliki hidung yang indah, mata yang cantik.Tapi kenapa hanya karena setitik jerawat dipipi, membuat anda hilang percaya diri, seakan-akan wajah anda yang ada hanyalah jerawat. Setiap bercermin yang anda lihat hanya jerawat.Tapi coba anda lihat kembali bibir yang anda milki, hidung yang manis, bukankah besarnya jerawat tidak seberapa dibandingkan alis anda!

Sahabat Anas Ibnu Malik menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, "Belenggu kegagalan tidak akan masuk ke dalam hati seorang Muslim jika ia menetapi tiga perkara; ikhlas beramal hanya bagi Allah, memberikan nasihat yang tulus kepada seorang penguasa dan tetap berkumpul dengan masyarakat Muslim."

Allah berfirman yang artinya “Katakanlah : “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Rabbku kepada jalan yang lurus yaitu diin yang benar, Millah Ibrahim yang lurus, dan bukanlah ia termasuk orang-orang yang musyrik”, katakanlah : “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Rabbul ‘Alamiin” ( Al-An’am : 161 – 162).

Ada tiga cara melaksanakan ikhlas pada setiap aktivitas kita (1) ikhlas dalam berkata. (2) Ikhlas dalam hati. (3) ikhlas dalam aktivitas atau pengamalan ibadah kita hanya untuk Allah SWT.

Allah berfirma yang artinya “Dan mereka tidaklah disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama) kepadaNya, dengan mentauhidkannya.“ (Al Bayyinah :5)

Ibnu Abbas berkata, "Kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika ia dilemparkan ke tengah bara api adalah: ‘Cukuplah Alloh menjadi penolong kami dan Alloh sebaik-baik pelindung’.” (HR. Bukhori)

5. Itqon (The Power Of Diligently)

Itqon Syarat Meraih Kemenangan. Itqon atau ketekunan dalam meraih kemenangan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kepribadian seorang Muslim. Itqon, Kesungguhan, Kecermatan dan ketepatan atau perilaku tawazun, meningkatkan dan menjaga komitmen serta bersikap adaptif merupakan unsur penting dalam menata diri dalam meraih kemenangan. Amal dikerjakan secara itqon dan sesuai dengan proporsinya, dimulai dari yang kecil dan kontinyu hingga mencapi cita-cita.

Allah berfirman yang artinya : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, yaitu kebahagiaan negeri akherat. Dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dan kenikmatan dunia dan berbuatlah baik kamu dengan orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. (QS.al-Qoshoos (28) : 77).

Bekerja keras secara cerdas. Bekerja dengan baik yang disertai dengan penggalian tambang emas pengenalan jati diri secara kontinyu, ditambah dengan pemetaan langkah-langkah mudah untuk memanfaatkan keunggulan anda secara itqon, akan menggiring anda dalam kemenangan dan kebahagian yang didambakan. Claude M. Bristol mengatakan : “Thought is original source of all wealth, all success, all material gain, all great discoveries and inventions, and of all achievement.”

Tidak ada kemenangan tanpa kerja keras, dan kerja cerdas, tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan, tidak ada pengorbanan yang sia-sia jika dilakukan dengan itqon dan kontinyu. Rasulullah bersabda : “Allah mencintai pekerjaan kecil yang dikerjakan dengan terus menerus (konsisten).” (Hadits).

Ibnu Umar berkata : “Seorang laki-laki dari kaum Anshor bertanya : “Siapakah manusia yang paling cerdik dan paling mulia itu , ya Rasulullah ? Rasulullah menjawab : “Orang-orang yang paling sering mengingat kematian dan paling siap menyambutnya. Mereka itulah orang-orang yang cerdik. Mereka akan pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan akherat “. (Sumber :DR. Abdullah bin Muhammad Al Muthaliq,1993)

Keyakinan dan keikhlasan akan memperkaya batin kita. Sedangkan ketekunan akan mendekatkan pada keberhasilan usaha. Maka, pertahakankanlah keyakinan dan ketekunan dari dalam hati dalam setiap langkah kehidupan ini. Karena dengan Keyakinan kita - maka akan memperkaya tangan dan batin kita. Keyakinan dan Ketekunan dalam hidup, dalam karier dalam bisnis akan sangat dahsyat pengaruhnya bagi kesuksesan seseorang jauh melampaui modal harta benda, kedudukan, pangkat, atau ilmu sekalipun.

Banyak kisah orang sukses yang bisa dipetik, yang memulai karirnya hanya bermodalkan ketekunan, tidak takut dengan kegagalan, tidak kecewa dengan hasil yang belum sesuai harapan, dia terus dan terus berbuat sehingga menghasilkan karya abadi, maka bukan suatu kemustahilan, siapapun anda suatu hari akan menjadi seorang Presiden. Mau?

6. Istiqomah (The Power Of Solidity)

1. Itqon (Tukang Macul Menjadi Presiden)

Optimalisasi Potensi. Pernahkan Anda mengeluh karena tidak mampu mengatasi beruang besar, sementara beruang-beruang kecil yang bisa anda atasi, menari-nari di sekitar anda? Kita mesti mau memanfaatkan apa yang kita miliki, di mana kita berada, dan mengambil yang terbaik dari situ. Rahasia yang mengubah orang menjadi pemenang: “lakukan hal yang biasa dengan cara yang luar biasa dengan istiqomah”.

Apa yang dimaksud dengan istiqomah? Istiqomah artinya teguh hati, taat asas, atau konsisten. Tapi jangan pernah kita mempersepsikan bahwa istiqomah adalah statis, kemandekan atau jumud. Melainkan esensi istiqomah lebih dekat kepada arti stabilitas yang dinamis. Dapat dikiaskan dengan kendaraan bermotor, semakin tinggi teknologi suatu kendaraan, semakin mampu dia melaju dengan cepat tanpa guncangan. Dan mobil disebut stabil bukanlah pada waktu ia berhenti, tapi justru ketika dia melaju dengan cepat.

Maka begitu pula dengan hidup kita di abad ini. Kita harus terus bergerak, melaju cepat, berinovasi, berkreasi dengan dinamis namun tetap stabil, tanpa goyah. Ini bisa terwujud jika kita menyadari dan meyakini apa tujuan hidup kita, dan dengan setia mengarahkan diri kita kepada sang Khalik.

Istiqomah merupakan daya ungkit yang sangat diperlukan manusia dalam melaksanakan tujuan hidup yang sebenarnya, mulai daripada konsistensi dengan keteguhan hati, kejujuran lisan dan semangat merealisasikan dengan amal nyata.

Allah berfirman yang artinya : “Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)." (QS. As-Syuraa : (42) : 15)

Stabilator Iman. Untuk sebuah pertandingan melawan hawa nafsu, perang melawan kebathilan, perjuangan dalam merealisasikan kerja dakwah, menstabilkan iman, meningkatkan gairah menuntut ilmu, melaju menuju sebuah perjalanan yang terasa jauh dan tak berujung. Istiqomah adalah jawaban untuk sebuah rahasia kemenangan dalam hidup ini.

Seiring bergantinya waktu, terus berkurangnya usia, bergantinya lingkungan, melemahnya iman, bertambahnya kebencian barat, berkembangnya idealisme terhadap asing, menjadikan iman kita tertindas, tergilas dan bahkan mungkin luntur. Tak banyak basa-basi, tetapi inilah kenyataannya. Bercermin pada diri yang sering disembelih tajamnya waktu untuk melakukan hal-hal yang sia-sia dan berkaca dari sebuah lingkungan yang bobrok dan tanpa sadar hati kadang berujar, mungkinkah kita tetap Istiqomah.

Istiqomah merupakan sikap jati diri yang teguh. Dan tidak luntur dengan tantangan dan ancaman apapun. Sikap ini mendongkrak motivasi seseorang untuk terus berusaha dalam mencapai tujuan hidup yang didambakannya. Istiqomah menjadi pendorong dalam mencapai kejayaan, baik dalam dunia atau kesuksesan di akherat.

”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Fushilat (41) : 30 – 32).

7. Integritas (The Power Of Integrity)

Menurut anda, apa yang ingin anda lakukan andaikata kesuksesan sudah ditangan anda, kondisi financial sudah sangat mapan, jabatan tinggi, kedudukan dimasyarakat terhormat, dll? Apa anda ingin membeli pulau, keliling dunia, mempersiapkan perusahaan baru untuk tujuh keturunan, atau anda akan mendedikasikan sebagian besar waktu anda untuk membantu orang yang sedang dalam kesulitan?

Inti dari jawaban anda tergantung sejauh mana anda memahami dan memiliki integritas, “the secret of living is giving” rahasia kehidupan adalah memberi sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW : “Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Maka Kontribusi sosial menjadi ukuran dari lurusnya komitmen dan integritas individual anda. Rasulullah SAW bersabda : Tangan yang di atas lebih mulia daripada tangan yang di bawah (HR. Muslim).

Integritas adalah nilai (value) dari kehidupan manusia sesungguhnya, tanpa integritas kesuksesan hanyalah fatamorgana kebuasan pribadi yang tidak bernilai bagi lingkungan dan kemanusiaan. Syaikh hasan Al-Banna mengatakan bahwa revolusi kekhalifahan yang sebenarnya itu dimulai dari terbangunnya integritas dan kontribusi yang dimulai oleh dirimu, keluargamu, desamu, kotamu, dan negaramu serta akan memancar kebaikannya kesegala penjuru dunia.

firman Allah yang artinya : “ Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah (atom), nescaya dia akan menerima balasannya dan barang siapa mengerjakan keburukan seberat zarah, nescaya dia akan menerima balasannya” (QS. Al-Zalzalah 99:7-8).

Integritas akan menjadikan seseorang mampu melakukan tiga hal pokok rahasia kebaikan. Pertama ia akan bisa menunjukkan kejujuran dan berani berbicara sesuai kenyataan. Kedua ia mampu menepati janji atau melakukan apa yang dijanjikan dan tidak membocorkan rahasia dan ketiga, ia akan bertindak konsisten dalam arti menyatukan kata dengan perbuatan.

Allah berfirman “Perumpamaan orang yang memberi di jalan Allah, adalah seumpama sebuah biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai berisi seratus biji, dan Allah melipatgandakan bagi siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas [ kurnia-Nya ] lagi Maha Mengetahui. (QS. Ar-Rahman 55:60-61)

Siapapun diantara manusia yang pernah mencoba berbohong atau pernah ingkar janji atau pernah mengkhianati kepercayaan orang lain, sesungguhnya sudah dikatagorikan sebagai bagian dari orang munafik.

Sebagimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW : ”Ada tiga ciri orang munafik adalah: apabila ia berbicara, ia bohong; apabila ia berjanji, ia ingkar; dan apabila ia diberi kepercayaan [amanah], ia berkhianat”.

Tiga ciri kemunafikan, begitu operasional dan teknis. Sedemikian teknisnya ciri orang munafik di atas, maka setiap orang langsung dapat mengidentifikasi dirinya apakah ia pernah munafik, kadang-kadang munafik, sering munafik, atau selalu munafik. Ibarat warna, putih seratus persen dapat dianggap simbol orang yang bersih dari munafik, abu-abu untuk yang pernah berbohong, kehitam-hitaman untuk yang sering berbohong dan hitam legam untuk yang selalu berbohong.

Integritas adalah musuh besar kemunafikan. Seseorang tudak akan mampu membangun integritas sambil mempertahankan kemunafikan, seperti kita memilih arah angin, apakah menuju timur atau memilih ke barat, tidak akan pernah dapat bersatu dalam waktu yang sama.

Tidaklah sulit kita memahami bahwa integritas adalah salah satu karakter terpuji, sementara munafik adalah karakter tercela, yang sulit adalah mendemonstrasikan karaker terpuji secara konsisten dalam seluruh aspek kehidupan.

Pemenang sejati selalu memiliki integritas dalam hidupnya, sekalipun dimulai dengan melakukan hal-hal yang dianggap kecil, tetapi ia kerjakan secara ikhlas dan rutin. Sukses akhirat sangat membutuhkan keikhlasan, sedangkan sukses dunia sangat membutuhkan keteraturan. Konsekwensi mewujudkan keyakinan dan kesuksesan adalah pengorbanan dan rasa sakit.

Untuk mewujudkan impian kita sangat membutuhkan integritas diri, dan dalam meraihnya kita harus berusaha untuk mewujudkan janji. Janji adalah hutang yang harus dibayar, bahkan janji harus dipenuhi oleh ahli waris. Integritas adalah bersatunya antara keyakinan, ucapan-janji dan tindakan. Komitmen untuk selalu dalam posisi integritas hingga kematian menjemputnya.

Rasulullah SAW pernah di uji integritsnya oleh kaum Quraisyi, dengan bujuk rayu agar tidak komitmen dengan da’wah Islami, beliau digoda dengan godaan dunia: Harta, tahta, jabatan, kekuasaan, wanita. Mereka melobi Rasulullah lewat pamannya Abu Tholib :”Jika Muhammad ingin harta, kita buat ia paling banyak harta, jika ia ingin kehormatan, kita jadikan ia sebagai petinggi kita, jika ingin kerajaan akan kami jadikan sebagai raja kami, jika ingin kekuasaan kami berikan kunci Ka’bah.

Kemudian Abu Tholib berkata kepda Rasulullah SAW : “Sekarang kamu telah dengar apa yang dikatakan Quraisy, wahai keponakanku Muhammad. Aku sarankan tetaplah padaku dan pada dirimu, tapi jangan kau bawa aku pada suatu yang tidak dapat aku kerjakan. Alangkah besar jiwamu Muhammad, dunia menantangmu tetapi tak kau pedulikan, dan engkau berkomitmen dan berkata : Hai Pamanku. Demi Allah, walau matahari berada di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan da’wah ini, maka tak akan aku tinggalkan hingga Allah memperlihatkan atau menghancurkannya. Inilah komitmen Rasulluah hingga akhir pekerjaan, Komitmen hingga akhir tujuan dan Komitmen hingga kematian.

Seseorang mengeluh ke Rasulullah: "Wahai Rasul, harta saya hilang dan badan saya sakit." Jawab beliau: "Kebaikan (keberuntungan) itu tidak terdapat pada orang yang hartanya tidak hilang dan badannya tidak sakit. Karena sesungguhnya, jika Allah memang mencintai seorang hamba Allah menurunkan cobaan padanya lantas membekalinya kesabaran."

Allah menjanjikan mereka yang konsisten mengikuti jalan yang benar akan mendapatkan hidup yang bahagia. Allah berfirman yang artinya : ”Dan bahwasanya : jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak)”. (QS. Al-Jinnn (72) :16).

(Bersambung….)

Buku Laris, Kisah Nyata. Panduan Kaya Dunia Akhirat,Mau?
Indahnya Berbisnis dengan Tuhan (Allah SWT)







Menurut saya buku ini sangat inspiratif dan penuh nilai positif. Mendorong kita semua untuk selalu berbisnis dengan yang Maha Kaya Raya. Bisnis yang akan selalu untung dan tidak akan pernah rugi.

DR.H.M.Hidayat Nur Wahid,MA
Ketua MPR RI



Berbisnislah dengan Tuhan, Niscaya Anda tidak akan pernah rugi. Bacalah buku ini sebagai petunjuknya (Valentino Dinsi,MM,MBA)

Pesan Buku disini,Mau?
Sekarang Discount!






<
Saudaraku Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dialah pencipta segala KEAJAIBAN. Maka jangan batasi keimanan Anda akan kasih sayang, dan kemurahan rezeki-Nya. Saatnya kita menjemputnya dengan CARA yang benar. Bisa!


Bahagia, Kaya Dunia Akhirat, Mau? Ingin Tahu Caranya? Klik disini ajah!

GRATIS :
Panduan Untung Dagang & Usaha klik disini,Mau?

Panduan Lengkap Menghasilkan Banyak Uang dari Internet.Klik disini Ajah!:
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar


Cara Sukses dan Bahagia, Mau?

Anda Sangat Layak Kaya dan Bahagia Dunia Akhirat! Anda Pasti Bisa! Saudaraku... Kaya adalah akibat, Cara dan kuncinya ada dalam diri Anda. Mari kita Wujudkan bersama, Jika kita belum sempat Bersua, maka mari ikatkan hati kita dengan Iman dan saling mendo'akan.Bisa! ayi.okey@gmail.com

Entrepreneur Academy SMP IT dan SMK IT Boarding School Unggulan Istana Mulia Khusus PUTRA

Cara Usaha, Cara Sukses Bisnis, Cara Kaya, Tips Bahagia,di Pesantren Bisnis Istana Mulia aja, Mau?

Pesantren Bisnis Unggulan (Entrepreneurs Academy) SMP IT & SMK IT Istana Mulia 081284027951

Sekolah Kepemimpinan : Welcome to School of Leadership

Daftar Blog Pesantren Bisnis (ENTREPRENEUR ACADEMY) TAMAN WISATA PENDIDIKAN ISTANA MULIA

Daftar Blog Wiata Saya